Monday, February 22, 2010

"SOFTDRINK" SEBABKAN KANKER?

Peringatan untuk Anda para penyuka minuman soda. Studi terkini menyebutkan, orang yang minum dua kaleng atau lebih minuman softdrink yang mengandung gula berisiko terkena kanker pankreas. Meski kasus kanker ini jarang, kanker pankreas termasuk mematikan.

Meski sama-sama mengandung gula, ternyata risiko kanker tersebut tidak ditemukan pada penyuka minuman jus buah. Ketua peneliti, Mark Pereira dari University of Minnesota, Amerika Serikat, berpendapat, gula bisa menjadi biang keladi penyakit, tetapi penyuka softdrink mungkin memiliki gaya hidup tidak sehat.

"Tingginya kadar gula dalam minuman bersoda mungkin meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang kami yakini menyebabkan pertumbuhan sel-sel kanker," kata Pereira. Insulin, yang membantu tubuh mengatur glukosa, dihasilkan di pankreas.

Sebanyak 60.000 pria dan wanita Singapura menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan selama 14 tahun itu. Selama periode tersebut, 140 responden menderita kanker pankreas. Mereka yang minum dua kaleng atau lebih softdrink setiap minggu memiliki risiko 87 persen lebih tinggi menderita kanker pankreas.

Meski dilakukan di negara kecil, Pereira mengatakan, hasil studi ini bisa diaplikasikan di negara lain. "Singapura adalah negara kaya dengan sistem kesehatan yang baik. Kegemaran penduduknya adalah makan dan belanja sehingga hasil riset ini juga bisa dipakai oleh penduduk di negara Barat," katanya.

Susan Mayne dari Yale Cancer Center dari Yale University, AS, memberikan pandangan berbeda pada hasil penelitian ini. "Kesimpulannya dibuat pada contoh kasus yang kecil dan tidak jelas apakah ada hubungan sebab akibat," katanya.

Mayne menyatakan, kanker disebabkan oleh multifaktor, tidak bisa disebutkan satu faktor saja. "Tingginya konsumsi softdrink di Singapura juga diikuti dengan kebiasaan buruk lain, seperti merokok dan makan daging," ujarnya. Beberapa literatur menyatakan, kanker pankreas berkaitan dengan konsumsi daging merah.

5 MAKANAN SEHAT UNTUK JANTUNG.

Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Amerika. Di Indonesia, penyakit ini termasuk pembunuh terbesar kedua setelah kanker. Pola makan adalah poin pertama yang dapat mencegah timbulnya penyakit ini. Ada empat jenis makanan yang sudah terbukti memang bisa menekan risiko penyakit jantung, yaitu:

  • Bawang putih. Sejumlah penelitian telah membuktikan sejumlah manfaat dari bumbu masak ini. Konsumsi teratur bawang putih bisa menurunkan penyakit darah tinggi, mencegah penggumpalan darah (penyebab stroke), mencegah kenaikan gula darah dan kadar kolesterol. Bawang putih juga dikenal mampu menurunkan atau menetralisasi pengaruh buruk dari garam.
  • Ikan salmon. Gantikan burger penuh lemak favorit Anda dengan potongan ikan salmon. Meskipun terkadang lemak baik untuk tubuh, tapi sebagian kecil dari lemak (dari konsumsi 1/2 potong burger setiap hari) akan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah arteri yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Sebaliknya, salmon akan menurunkan resiko tersebut, karena salmon mengandung omega-3 yang bisa mencegah debaran jantung yang terlalu cepat, mencegah atau menurunkan tingkat pelebaran pembuluh darah arteri, menambah jumlah lemak baik dalam tubuh, dan mencegah kolesterol terpecah dan menjadi sumbatan di arteri.
  • Buah berry dan chery. Buah-buahan ini bermanfaat karena memiliki sejenis zat yang bisa mencegah kerusakan sel yang bisa menyebabkan pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah. Kalau Anda sulit mendapatkan buah berry (misalnya strawberry atau blueberry) atau buah chery, maka simpan dalam jumlah yang banyak jika tidak musim. Agar tidak bosan, campurkan dalam bubur gandum atau oatmeal, atau gunakan perasan sarinya. Buah berry juga baik untuk memperbaiki detak jantung Anda.
  • Beras merah. Beras merah merupakan sumber magnesium. Mineral ini (magnesium) bisa memperlancar aliran pembuluh darah. Kekurangan magnesium bisa menyebabkan penyakit hipertensi, serangan jantung, dan gangguan irama jantung. Nasi merah tidak perlu dimasak terlalu lama. Hidangkan bersama sayuran yang dipanggang, dan ayam panggang.
  • Minuman cokelat. Hobi minum kopi? Coba gantikan dengan segelas cokelat hangat. Cokelat hangat kaya dengan antioksidan. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak 3 kali lipat dari teh hijau.

NUTRISI SUPER PELAWAN LEMAK.

Francine R.Kaufman, MD, penasihat medis The Diabetes DTour Diet Prevention mengumpulkan makanan-makanan yang mengandung nutrisi pelawan timbunan lemak. “Bahkan ketika makanan ini dimakan secara bersamaan, maka kerjanya semakin maksimal untuk memecah lemak dan menjaga kadar gula dalam darah.”

Kaufman yang juga kepala Endocrinology Diabetes & Metabolism di rumah sakit Los Angeles menjelaskan, diantara tempat-tempat favorit lemak menumpuk, lemak perut adalah paling sulit untuk dihancurkan. “Belum lagi, lemak-lemak perut ini lebih mudah membuat peradangan pada sel-sel sebab mengeluarkan hormon yang membuat kita resisten terhadap insulin yang berujung pada kadar gula dalam darah melonjak.”

Dan yang perlu kita makan untuk melawan “keras kepalanya” lemak di perut adalah :

Kalsium
Selain kemampuannya untuk membakar lemak, beberapa penelitian juga menyebutkan kalsium dapat memengaruhi produksi hormon calcitriol yang sejenis steroid pemicu timbulnya lemak, ucap Barbara Quinn, RD yang juga penulis The Diabetes DTOUR Diet.

Menurut University of Tennessee, orang dengan obesitas yang mengonsumsi makanan kaya kalsium, berhasil menurunkan 70 persen bobot tubuhnya dan 64 persen lemak dari dalam tubuhnya. Makanan kaya kalsium, susu rendah lemak, brokoli, dan bayam.

Vitamin D
Tufts-New England Medical Center mengumumkan, ketika kita kekurangan vitamin D maka meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Ini terlihat dari penelitian mereka yang 46 persen mengidap diabetes setelah diketahui level vitamin D-nya tidak cukup. Dan agar vitamin D, bekerja maksimal tubuh membutuhkan kalsium. Makanan yang kaya akan vitamin D adalah ikan salmon, makarel, tuna, sereal, serta keju.

Omega-3

American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan, perempuan yang mengonsumsi memasukkan omega-3 dalam makanan sehari-harinya, mengalami penyusutan berat badan hingga 2 kg. Adapun lemak yang paling banyak berkurang adalah di tubuh bagian tengah.

Omega-3 yang adalah lemak sehat, bekerja dengan memperlambat proses pencernaan. Ini membuat kita bisa kenyang lebih lama. Quinn juga menyebutkan, omega-3 menekan terjadinya peradangan dan mengoptimalkan kerja pankreas. Sumber makanan yang kaya omega-3 adalah tahu, telur, salmon, tuna.

Serat
Serat adalah nutrisi yang tidak hanya membuat kita kenyang lebih lama tapi juga rendah kalori. Ini kenapa siapa saja yang ingin memiliki tubuh proporsional, pasti diwajibkan untuk makan banyak serat. University of Minnesota bahkan menyebutkan konsumsi kaya serat mampu menghilangkan lemak dalam tubuh hingga 1,5 kg setiap bulannya.

Cara kerjanya, serat mengeluarkan hormon pengendali nafsu makan. Jadi di dalam saluran pencernaan, serat berbentuk gel yang menempel pada karbohidrat yang kemudian memperlambat penyerapan glukosa, Quinn menjelaskan. Bentuk gel ini terus dipertahankan sampai pada saluran akhir pencernaan. Maka jangan heran jika gula darah mereka yang rajin mengonsumsi serat akan selalu stabil. Makanan yang kaya serat adalah sereal, roti gandum, beras merah, oatmeal, buah dan sayuran.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.