Monday, January 11, 2010

WASPADA BILA SERING KENCING TIDAK TERKONTROL..

Pertambahan usia manusia umumnya disertai dengan perubahan anatomi dan fungsi organ di seluruh tubuh. Salah satu penanda yang gampang dikenali adalah turunnya fungsi kandung kemih.

Umumnya, penurunan fungsi kemih itu ditandai dengan kencing di luar kesadaran atau biasa disebut ngompol. Kencing yang tak terkontrol ini kadang terpicu oleh aktivitas-aktivitas kecil seperti batuk atau bahkan tertawa.

Tak hanya orang lanjut usia yang mengalami gangguan saluran kemih ini. Perempuan yang baru melahirkan juga tak jarang mengalami gangguan berkemih ini. Dalam ilmu kedokteran, gangguan berkemih biasanya disebut dengan inkontinensia urine. Ini adalah gangguan yang terjadi pada saluran kemih sehingga membuat orang acap kali kencing di luar kontrol dan kesadaran.

"Ini merupakan akibat dari ketidakmampuan seseorang menahan kencing baik dalam jumlah sedikit, sampai dengan jumlah besar," kata Mulyadi Tedjapranata, dokter Klinik Medizone di Apartemen Taman Kemayoran, Jakarta Pusat.

Banyak faktor yang membuat orang tidak mampu mengontrol kencing mereka. Salah satu sebab yang paling lazim, hal itu terjadi karena fungsi otot dasar panggul yang melemah. Konsumsi obat-obatan tertentu bisa menjadi pernyebab menurunnya kekuatan otot panggul ini.

Mereka yang menderita diabetes juga bisa mengalami gangguan berkemih. Maklum saja, metabolisme tubuh pada penderita diabetes membuat produksi urine berlebihan. Walhasil, "Mereka kadang sulit mengontrol produksi urinenya," ujar dia.

Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan nyatanya lebih kerap mengalami gangguan pada saluran kencing ini ketimbang laki-laki. Di Indonesia, prevalensi atau jumlah perempuan yang menderita inkontinensia urine sebesar 5,8 persen, sedangkan pria hanya 5 persen. Pada wanita manula, bahkan prevalensi gangguan berkemih meningkat menjadi 35 persen-45 persen.

Risiko gangguan berkemih ini umumnya banyak terjadi pada wanita yang kerap melahirkan secara normal.

OTOT URETRA BISA LUMPUH :


Dalam ilmu kedokteran, inkontinensia urine terbagi menjadi empat jenis.
Pertama, inkontinensia stress. Ini terjadi jika tekanan kandung kemih meningkat melebihi tekanan pada saluran kencing, yakni saat terjadi batuk atau bersin.

Kedua adalah urge inkontinensia urine yang terjadi akibat aktivitas gerakan otot kandung kemih yang berlebihan yang mengakibatkan dorongan yang kuat untuk mengeluarkan urine. "Biasanya ini muncul bila ada infeksi di kandung kemih," imbuh Dahrial Daud, dokter kandungan dari Rumah Sakit Siloam, Tangerang.

Yang ketiga adalah inkontinensia overflow. Pada kondisi ini, urine biasanya keluar secara terus-menerus karena kandung kemih penuh dan melebihi kapasitas. Gangguan kemih jenis biasa diderita oleh kaum laki-laki. Penyebabnya adalah sumbatan mekanis karena terjadi pembesaran prostat. Yang terakhir adalah inkontinensia transien atau fungsional. Ini adalah gangguan kemih yang terjadi akibat faktor lain di luar saluran kemih, misalnya, ada kelainan fisik atau kognitif yang terjadi pada seseorang.

Dalam jangka panjang dan tanpa pengobatan, gangguan pada saluran kemih ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot uretra kita. Jika ini terjadi, operasi adalah jalan memperbaikinya. Karena itu, sebelum terlambat, jangan ragu untuk berobat.

5 CARA MENCEGAH PENYEBARAN TOKSOPLASMA.

Toksoplasma merupakan penyakit infeksi yang ditemukan pada hewan di peternakan atau binatang peliharaan. Kucing merupakaan pembawa (carrier) penyakit ini dan dapat menularkan kepada manusia melalui tinja, terutama bila sudah kering dan terhirup oleh manusia.

Meski kucing dapat menyebarkan penyakit ini, mereka bukan sumber utama infeksi pada manusia. Manusia lebih mungkin mengalami toksoplasma saat mengonsumsi daging mentah atau tidak mencuci tangan sampai bersih setelah memegang daging. Kucing juga dapat mengidap toksoplasma dari daging mentah yang dikonsumsinya atau memangsa binatang lainnya, seperti tikus.
Kucing yang memangsa binatang mempunyai kemungkinan mengalami paparan atau infeksi. Pada banyak kasus, kucing tidak akan menampakkan tanda-tanda mengalami infeksi. Namun, jika kucing sudah kehilangan nafsu makan, demam, dan lesu, itu menjadi pertanda bahwa ia mengalami infeksi penyakit tersebut.

Manusia yang terkena toksoplasma akan mengalami gejala ringan seperti flu. Masalahnya akan semakin serius pada perempuan yang sedang mengandung atau pada orang yang bermasalah dengan kekebalan tubuhnya. Janin pada perempuan yang terinfeksi toksoplasma akan menjadi cacat saat lahir.

Anda dapat mencegah penyebaran toksoplasma dengan melakukan cara sederhana di bawah ini:

  • Orang yang bukan perempuan hamil atau yang bermasalah dengan kekebalan tubuh sebaiknya membersihkan kandang hewan setiap hari. Membersihkan setiap hari sangat penting karena tinja kucing yang terinfeksi bisa menularkan setelah 36-48 jam.
  • Gunakan sarung tangan karet atau sekali pakai saat membersihkan kandang. Setelah itu, cuci tangan secara merata menggunakan sabun.
  • Sebaiknya sediakan makanan kucing dalam bentuk kering, kaleng, atau yang dimasak secara merata. Jaga agar mereka tidak mencari mangsa sendiri.
  • Masak daging secara matang dan merata. Cuci tangan Anda dan peralatan lainnya yang kontak dengan daging mentah, seperti papan pemotong, pisau, dan bak pencuci.
  • Gunakan sarung tangan saat berkebun. Anda tak tahu di mana tinja kucing biasa bertebaran. Setelah itu, cucilah tangan.

DAUN PEPAYA – SUMBER SERAT PANGAN.

Daun pepaya, walaupun rasanya pahit, dapat dioleh menjadi masakan yang enak. Cukup banyak kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan dalam daun berwarna hijau itu. Dibandingkan dengan daging buahnya, kandungan vitamin A dan C daun pepaya jauh lebih tinggi.

Komponen lain yang menonjol pada daun pepaya ini adalah serat pangan. Berikut ini beberapa manfaat serat daun pepaya:

  • Konsumsi serat pangan yang tinggi (terutama dari daun pepaya) akan memengaruhi mikroflora usus sedemikian rupa, sehingga tidak menghasilkan senyawa karsinogenik penyebab kanker.
  • Serat pangan dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan ekskresi asam empedu dalam tinja. Hal tersebut akan menurunkan ketersediaan lemak dan kolesterol, sehingga dapat mencegah aterosklersosis dan penyakit jantung.
  • Serat pangan dapat mencegah sembelit. Di dalam saluran cerna, serat mampu menyerap air dalam jumlah cukup besar, sehingga massa tinja menjadi lunak dan tekanan dalam usus besar berkurang.
  • Serat pangan dalam daun pepaya sangat baik untuk menunjang program diet. Diet dengan makanan tinggi serat akan sangat membantu program penurunan berat badan. Serat pangan mempunyai kemampuan menyerap air yang cukup tinggi sehingga dapt mengingat zat-zat gizi yang teleh disederhanakan oleh enzim pencernaan.
    Zat-zat gizi yang larut dan terikat pada serat, selanjutnya akan dikeluarkan melalui tinja. Keadaan tersebut mampu mengurangi ketersediaan zat-zat gizi bagi tubuh, sehingga dapat menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.
  • Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa darah dan menjadikannya tetap terkontrol.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.