Monday, November 3, 2014

MAU SEHAT? PILIH MAKANAN YANG TIDAK ADA RASANYA.



Sudah banyak studi yang menemukan bahwa penggunaan garam atau gula berlebihan dalam setiap makanan dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan. Bahkan jika konsumsinya telah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, dikhawatirkan pengguna akan mati sia-sia akibat penumpukan bahan-bahan produk makanan yang berbahaya di dalam tubuh tersebut.

Oleh karena itu, banyak pakar menyarankan agar memilih makanan yang tak banyak menggunakan zat aditif seperti pewarna makanan, penyedap rasa dan penambah aroma atau kalau perlu yang tak ada rasanya.

Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, simak beberapa jenis produk makanan yang perlu dihindari karena potensi bahayanya yang sangat tinggi terhadap kesehatan seperti dilansir dari indiavision, berikut ini :

  • Permen
    Permen rasa buah dengan kemasan yang cerah dan berwarna-warni merupakan produk makanan yang berbahaya. Tak hanya karena mengandung gula dalam jumlah yang besar tetapi juga menggunakan zat aditif, pewarna buatan dan penyedap rasa (MSG).
     
  • Keripik jagung dan keripik kentang
    Kedua jenis keripik ini berbahaya karena tak lain dan tak bukan berasal dari perpaduan antara karbohidrat dan lemak yang ditutupi dengan pewarna buatan dan penyedap rasa (MSG). Konsumsi kentang goreng juga takkan memberikan manfaat kesehatan apapun.
  • Minuman berpemanis buatan
    Minuman ini sebenarnya hanyalah perpaduan antara gula, sejumlah bahan kimia dan gas yang justru mempercepat penyebaran bahan-bahan berbahaya ke dalam tubuh. Kandungan gula dalam kola sendiri sangat tinggi atau setara dengan 4-5 sdm gula yang dilarutkan ke dalam segelas air. Jangan heran ketika Anda minum kola maka 5 menit setelahnya Anda ingin minum lagi.
  • Cokelat batangan
    Kandungan kalorinya yang tinggi dikombinasikan dengan zat aditif kimiawi, pewarna buatan dan penambah aroma.
  • Sosis
    Sosis dan berbagai cemilan dari daging lainnya adalah salah satu produk makanan paling berbahaya. Pasalnya produk ini mengandung apa yang disebut sebagai lemak laten (lemak yang berasal dari kulit atau organ dalam) yang dibungkus dengan penambah aroma dan penyedap rasa.
  • Sama halnya dengan sosis, lemak daging itu sendiri juga bukanlah bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi. Lemaknya menambah kadar kolesterol tubuh yang dapat merusak pembuluh darah, mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Mayonaise
    Jika mayonaise-nya dimasak sendiri di rumah maka bahayanya takkan sebesar mayonaise bikinan pabrik. Hal ini karena mayonaise pabrikan mengandung kalori yang sangat tinggi disertai lemak dan karbohidrat dalam jumlah besar serta pewarna buatan, penyedap rasa dan zat aditif lainnya.
    Oleh karena itu, pikirkan matang-matang sebelum Anda menambahkan mayonaise ke kentang goreng yang baru saja Anda beli. Secara khusus makanan yang sangat berbahaya akibat konsentrasi mayonaise-nya yang mengerikan adalah hamburger dan roti isi yang dibumbui mayonaise.

  • Kecap, saus dan makanan yang bisa diisi ulang di pojok-pojok counter makanan cepat saji. Kandungan pewarna dan penyedap rasa yang ada di dalamnya juga cukup tinggi.
  • Mi instan, sup dan jus siap saji mengandung bahan-bahan kimiawi yang sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus-menerus.
  • Garam
    Garam sendiri mampu merusak keseimbangan asam dan menyebabkan penumpukan racun di dalam tubuh. Kalaupun Anda terpaksa menggunakannya untuk menambah rasa makanan, usahakan jumlahnya tidak terlalu banyak.

KUNYAH MAKANAN SELAMA 30 DETIK BIAR TIDAK GAMPANG LAPAR.



Mengatur pola makan adalah salah satu kunci keberhasilan program diet. Sayangnya, banyak orang yang bertekad melakukan diet pada akhirnya gagal karena tidak dapat mengontrol makannya. Ternyata rahasianya sederhana saja, yaitu mengunyah makanan selama 30 detik sebelum ditelan.

Rahasia ini terkuak lewat penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Birmingham. Para peneliti melihat bahwa orang yang mengunyah makanan lebih lama jadi lebih sedikit memakan cemilan dibandingkan kebanyakan orang. Cara ini dapat mempengaruhi penurunan berat badan karena proses makan jadi terasa membosankan

Dalam laporan yang diterbitkan jurnal Appetite, penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan lebih lama dapat berdampak pada nafsu makan, membatasi keinginan untuk memakan cokelat, permen dan makanan ringan lain yang dapat memicu penumpukan lemak. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa mengunyah makanan untuk waktu lama dapat memangkas asupan kalori.

Para peneliti ingin mengetahui apakah proses mengunyah makanan dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang. Dalam penelitian ini, sebanyak 43 orang mahapsiswa direkrut dan diminta untuk menahan diri tidak makan selama 2 jam sebelum percobaan. Para peserta kemudian disuguhi sepiring daging ham asap dan sandwich keju.

Sepertiga peserta diminta untuk makan seperti biasa, sepertiga lainnya diminta berhenti sejenak selama 10 detik tiap kali selesai menelan makanna, sedangkan sepetiga sisanya diminta mengunyah makanan selama 30 detik sebelum ditelan. Dua jam kemudian, para peserta diberi semangkuk kecil permen kenyal rasa buah dan permen berlapis cokelat.

Para peserta juga diminta untuk menilai nafsu makannya sendiri dan tingkat kenikmatan saat memakan makanan. Hasil penelitian menunjukkan peserta yang makan dengan kecepatan normal dan yang berhenti makan sejenak selama 10 detik memakan permen dalam jumlah yang sama. Namun orang yang mengunyah makanan selama 30 detik makan setengah porsi lebih sedikit.

"Peserta dalam kelompok yang lama mengunyah kurang bahagia setelah makan siang dan penilaiannya atas kenikmatan makan siang lebih rendah dibandingkan peserta pada kelompok lainnya. Efek ini mungkin karena masih baru dalam melakukan mengunyah makanan untuk waktu lama," kata peneliti seperti dilansir Daily Mail.

Para peneliti berteori, penyebabnya mungkin karena berkonsentrasi pada begitu banyak proses makan, otak jadi lebih lama dan lebih kecil kemungkinannya mengingat sinyal kebutuhan makan. Bisa juga karena pengaruh yang ditimbulkan akibat mengunyah lebih lama sangat tidak menyenangkan sehingga meredam keinginan untuk mengganyang cemilan.

Saat Natal, warga Inggris memiliki tradisi menyantap kalkun panggang, kentang panggang, sosis dibungkus irisan daging babi, saus roti dan aneka sayuran. Jika ditotal, kalori yang masuk bisa melebihi 1.000 kalori. Jika ditambah puding, biskuit, kue, coklat dan pie, kalori yang masuk bisa sekitar 3.500 - 4.000 kalori. Sedangkan idealnya asupan kalori harian tidak melebihi 2.500 kalori untuk pria dan 2.000 kalori untuk wanita.

Penelitian lain yang dilakukan ilmuwan China tahun lalu menemukan bahwa mengunyah makanan sebanyak 40 kali dapat menurunkan asupan kalori makanan sebesar 12 persen. Sebuah survei yang dilakukan tahun 2010 lalu terhadap 1.000 orang di Inggris menemukan bahwa rata-rata orang paling banyak mengunyah makanan sebanyak 6 kali sebelum menelan.

PERHATIKAN PANDUAN MAKANAN INI UNTUK MENCEGAH ASMA.



Asma adalah gangguan pernapasan yang paling umum terjadi dimana saluran pernapasan menyempit akibat rangsangan tertentu. Seseorang perlu memperbaiki diet makanan yang dikonsumsinya sehari-hari untuk mencegah asma dan agar asma tidak bertambah buruk.

Peneliti dari Amerika telah mengkaitkan antara perubahan pola makan dari makanan berkalori tinggi ke buah-buahan dan sayuran dengan penurunan kasus asma. Studi menunjukkan bahwa diet yang mencakup kombinasi dari vitamin C dan E, beta-karoten, flavonoid, magnesium, selenium, dan asam lemak omega-3 dapat membantu dalam pencegahan asma.

Zat-zat tersebut sebagian besar adalah antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan. Konsumsi kacang-kacangan dan tomat juga dapat membantu mencegah perkembangan asma. Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa remaja yang kekurangan nutrisi lebih rentan mengembangkan asma dibandingkan remaja lain yang gizinya terpenuhi dengan baik.

Seperti dilansir onlymyhealth, untuk mencegah atau menjaga agar asma tidak bertambah parah, perhatikanlah 5 panduan makan berikut ini :

  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran
    Buah dan sayur adalah makanan wajib yang yang harus dimasukkan ke dalam daftar makanan sehari-hari karena memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan dan juga untuk pencegahan asma.
  • Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3
    Asam lemak omega-3 memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk mampu melindungi seseorang dari kondisi asma. Konsumsilah makanan yang mengandung asam lemak omega-3 alami seperti ikan salmon, tuna, sarden, dan biji rami.
  • Hindari lemak trans dan omega-6 asam lemak
    Studi menunjukkan bahwa asam lemak omega-6 dan lemak trans dapat memperburuk kondisi asma, selain itu juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jenis lemak ini biasanya terkandung dalam margarin dan makanan olahan.
  • Batasi makan makanan berkalori tinggi
    Konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang berakibat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan serta kondisi asma.
  • Menghindari makanan yang menyebabkan alergi
    Seseorang yang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu harus menghindari makanan tersebut agar tidak terjadi reaksi alergi. Alergi dapat meningkatkan komplikasi asma dan memperparah kondisi asma.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.