Monday, November 3, 2014

PENDERITA ASAMA BISA BERNAFAS LEBIH LEGA DENGAN NGEMIL BROKOLI.



Pengidap asma punya sistem pernapasan yang kerap mengalami gangguan. Akan tetapi baru-baru ini peneliti dari Australia menemukan brokoli bisa dijadikan cemilan sehat untuk penderita asma.

Mengapa begitu? Ini karena sayuran yang masih satu kerabat dengan kubis ini memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat membantu penderita asma agar bernapas lebih lancar.

"Brokoli mengandung senyawa aktif bernama L-sulforephane, yang ternyata dapat mengelabui sel-sel tubuh agar mengaktifkan gen anti-peradangan dan anti-oksigen sehingga sistem pernapasannya terbuka dan mempermudah penderita asma untuk bernapas," terang peneliti Dr Tom Karagiannis seperti dikutip dari ABC Australia.

Bahkan peneliti berhasil menghitung berapa banyak porsi brokoli yang diperlukan penderita asma untuk mendapatkan manfaat tersebut, yakni dua mangkok sehari.

Tak hanya itu, Dr Karagiannis juga merekomendasikan agar manfaat terbaik dari brokoli bisa didapat bila sayuran ini dikukus sebentar. Dan yang terbaik adalah mengonsumsi tunas brokoli, karena konsentrasi L-sulforephanenya paling tinggi.

"Bila dimakan mentah tentu tak enak, jadi dikukus sebentar saja. Kami juga menjamin takkan ada senyawa aktif yang hilang karenanya," katanya mantap.

Dr Karagiannis juga memaparkan bila dosis dua mangkuk sehari ini berlaku untuk pasien asma anak-anak maupun orang dewasa.

Kendati begitu, Dr Karagiannis menegaskan penderita asma tetap harus mengikuti resep yang telah diberikan dokter masing-masing. Jangan hanya mengandalkan ngemil brokoli untuk membuatnya terbebas dari asma karena ini sifatnya hanya pengobatan komplementer.

"Namun di masa depan kami berharap bisa menghitung berapa besar konsentrasi yang dibutuhkan dan harus dikonsumsi berapa kali sehari, misalnya untuk mencegah kambuhnya asma itu sendiri," tutupnya.

INGIN LANGSING?COBA SAJA BERJEMUR





Berjemur tidak melulu identik dengan kulit gosong, tanning atau bahkan kanker kulit. Paparan sinar matahari tetap diperlukan oleh manusia karena dapat mengaktifkan vitamin D yang ada di tubuh. Asal tak berlebihan, berjemur pun ternyata dapat mencegah kegemukan lho.

Meskipun hanya menggunakan hewan percobaan yaitu tikus, peneliti dari Edinburgh, Southampton dan Australia menemukan bahwa paparan sinar ultraviolet (yang juga terkandung dalam sinar matahari) membuat tikus jadi malas makan. Padahal sebelumnya tikus-tikus ini diberi makan dalam porsi besar sehingga nyaris mengalami kegemukan.

Tak hanya itu, tikus-tikus ini juga memperlihatkan penurunan risiko diabetes tipe 2 karena kadar gula darahnya rendah dan tak menunjukkan gejala resistensi insulin setelah terpapar sinar UV.

Efek yang sama juga terlihat saat tikus-tikus ini diolesi krim yang mengandung sinar UV.

"Ini membuktikan sinar matahari memang elemen penting untuk mengadopsi gaya hidup yang sehat," tandas ketua tim peneliti, Dr Shelley Gorman dari Telethon Kids Institute, Perth seperti dikutip dari BBC.

Dr Gorman dan rekan-rekannya menduga manfaat sinar matahari untuk mencegah kegemukan dan sakit gula berasal dari nitrit oksida yang dilepaskan kulit setelah terpapar sinar matahari. Nitrit oksida inilah yang kemudian dapat menurunkan kadar gula darah.

"Hanya saja kami perlu mencari tahu lagi apakah sinar matahari akan memberikan efek yang sama pada manusia. Selain itu, tikus adalah makhluk nokturnal atau aktif di malam hari dan memiliki bulu yang menutupi tubuhnya, sehingga jarang terpapar sinar matahari. Siapa tahu ada bedanya dengan respons kulit manusia," lanjut Dr Gorman.

Manfaatnya terhadap pencegahan obesitas dan diabetes juga baru terlihat bila paparan sinar mataharinya kasual atau tidak berlebihan. Apalagi bila ini dikombinasikan dengan olahraga rutin dan pola makan yang sehat.

MENGAPA TUBUH KADANG TERSENTAK TIBA-TIBA SAAT INGIN TIDUR?



Pernah mengalami kejadian tersentak tiba-tiba saat sedang berbaring di kasur dan mencoba untuk tertidur? Terkadang tangan atau kaki kita akan tersentak dengan sendirinya saat tubuh belum benar-benar tertidur.

Peristiwa tersentaknya kaki saat ingin tertidur dikenal dengan sebutan hypnic jerk atau sleep starts. Sebagian besar orang pernah mengalaminya dan hal tersebut bersifat normal.

Menurut pengajar ilmu psikologi dan ilmu kognitif dari University of Sheffield, Tom Stafford, hpynic jerk disebabkan oleh transisi otak dari fase bangun menjadi fase tidur.

"Hypnic jerk sepertinya adalah tanda bahwa sistem motorik tubuh masih bisa memegang kendali saat kelumpuhan tubuh akibat tidur (sleep paralysis) mulai mengambil alih," ujar Stafford, dikutip dari BBC.

Menurut Stafford tubuh memiliki dua sistem saling berlawanan yang membantu manusia menjalani keseharian. Salah satu sistem tersebut adalah kumpulan sel saraf dalam otak bernama sistem aktivasi retikuler yang saat beroperasi penuh maka orang tersebut dalam keadaan bangun. Di sisi lain ada juga saraf ventrolateral preoptic nucleus (VLPO) yang bertanggung jawab saat tubuh memasuki fase tidur pada malam hari.

Biasanya saat seseorang tertidur dan bermimpi, orang tersebut aktif dalam mimpi namun tubuh tidak ikut bergerak. Hal tersebut dikarenakan tubuh dalam keadaan lumpuh karena sistem aktivasi retikuler tidak aktif penuh.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Stafford saat tubuh belum sepenuhnya tertidur karena alasan yang masih belum jelas oleh peneliti, sistem aktivasi retikuler secara acak akan aktif tiba-tiba mengalahkan pengaruh VLPO.

"Dengan kata lain, hypnic jerk adalah usaha terakhir dari sistem saraf motorik siang hari atas kontrol tubuh," tutup Stafford.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.