Monday, February 21, 2011

NYAMUK-NAYAMUK PENEBAR PENYAKIT

Meski ukuran tubuhnya kecil dan berat badannya 2-2,5 miligram, hingga kini nyamuk masih menjadi musuh yang belum terkalahkan.

Setiap tahun, nyamuk penular penyakit masih dengan leluasa menyebarkan virus dan parasit, menyebabkan sekitar 1,62 juta orang terserang malaria klinis dan lebih dari 100.000 orang menderita demam berdarah dengue di Indonesia.

Penyakit filariasis atau kaki gajah, chikungunya, dan radang akut susunan saraf atau Japanese Enchepalitis juga belum bisa terberantas tuntas karena serangga yang tergolong famili Culicidae ini masih bisa berkembang biak dengan baik.

Menurut ahli parasitologi Prof Mohammad Sudomo, setidaknya ada 29 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Aedes, Culex, dan Mansonia yang menjadi perantara penularan penyakit di Indonesia.

"Ada 20 spesies nyamuk Anopheles, enam spesies nyamuk Mansonia, dua spesies nyamuk Aedes dan satu spesies nyamuk Culex," kata ayah dari empat anak yang dikukuhkan menjadi Profesor Riset tahun 2008 itu.

Spesies nyamuk Anopheles, termasuk Anopheles balabacensis, Anopheles maculatus, Anopheles barbirostris, dan Anopheles sundaicus, menularkan penyakit malaria dengan memasukkan protozoa dari genus Plasmodium ke dalam darah manusia melalui gigitannya.

Nyamuk Aedes jenis Aedes aegypti memasukkan virus dengue yang menyebabkan demam berdarah dengue. Nyamuk yang dikenal dengan belang hitam putih pada badan dan kakinya ini juga dapat menularkan penyakit chikungunya.

Sementara itu, nyamuk yang tergolong dalam genus Culex dan Mansonia umumnya menularkan filariasis dengan memasukkan cacing filaria ke dalam darah manusia melalui gigitannya.

"Nyamuk Culex quinquefasciatus menularkan filariasis yang disebabkan oleh cacing filaria jenis Wucheraria bancrofti dan nyamuk Mansonia annulifera menularkan filariasis yang disebabkan cacing jenis Brugia malayi," kata Prof Sudomo.

Siklus hidup nyamuk-nyamuk penular penyakit tersebut, menurut dia, secara umum hampir sama.

Masa pradewasa, dari telur, larva hingga pupa terjadi di air dan berlangsung antara 7 dan 14 hari. Hal ini tergantung dari suhu dan kondisi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, proses perubahan pupa atau kepompong menjadi nyamuk, katanya, berlangsung lebih singkat, yakni antara dua dan tiga hari.

"Nyamuk betina yang baru keluar dari pupa akan langsung terbang, berputar-putar di sekitarnya untuk mencari nyamuk jantan dan kawin," katanya.

Setelah perkawinan selesai, dia melanjutkan, nyamuk betina akan beristirahat sebentar untuk kemudian terbang mencari darah yang dibutuhkan untuk mematangkan telur-telurnya nanti.

"Nyamuk yang sudah berhasil mendapatkan darah dengan menggigit hewan atau manusia akan kembali beristirahat di tempat perindukan dan meletakkan telurnya pada tanaman air. Seekor nyamuk betina bisa mengeluarkan 100-200 telur dan menetaskan 75 hingga 150 di antaranya," kata dia.

Dalam hal ini, ada nyamuk yang menggigit pada siang hari dan malam hari. Nyamuk yang menularkan virus dengue biasanya menggigit pada siang hingga petang hari, sedangkan nyamuk yang menularkan penyakit malaria dan kaki gajah biasa menggigit pada malam hari.

Ia menjelaskan pula bahwa hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan hewan untuk mendapatkan darah. "Nyamuk jantan biasanya makan sari tumbuhan saja. Siklus hidupnya pun lebih pendek," katanya.

MENGHALAU NYAMUK
Prof Sudomo mengatakan, pengetahuan mengenai siklus hidup dan perilaku nyamuk penular penyakit bisa menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pengendalian vektor (agen perantara penularan penyakit).

"Setiap jenis nyamuk punya tempat perindukan spesifik. Kalau kita mengenali tempat itu dan menghilangkannya, tentu nyamuk tidak akan bisa tumbuh dan berkembang biak," katanya.

Ia mencontohkan, nyamuk Aedes suka hidup dan berkembang biak pada genangan air jernih yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah, nyamuk Anopheles sundaicus perlu habitat air payau, Anopheles aconitus perlu habitat persawahan dengan air jernih yang selalu mengalir.

Selain itu, kata dia, pengendalian vektor bisa dilakukan dengan menempatkan pemangsa nyamuk di lokasi-lokasi yang menjadi habitat nyamuk. "Dan pilihan terakhir menggunakan insektisida," katanya.

Menurut Sabar Paulus dari Sub Direktorat Pengendalian Vektor Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, pemerintah sudah memasukkan teknik pengendalian tersebut ke dalam program pengendalian vektor terpadu.

"Penggunaan insektisida dibatasi hanya di daerah endemis tinggi atau bila ada kejadian luar biasa. Di luar itu, pengendalian vektor difokuskan pada upaya pengelolaan lingkungan dan penggunaan kontrol biotik," katanya.

Upaya pengelolaan lingkungan yang dia maksud termasuk pembasmian tempat perindukan nyamuk.

Laguna, rawa, persawahan, dan selokan, dia menjelaskan, harus dibersihkan dari vegetasi yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah pun, katanya, harus selalu dikuras dan dibersihkan supaya tidak menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Ia menambahkan, gerakan 3M plus yang menyeru masyarakat untuk menguras dan membersihkan tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, dan menaburkan abate pada air yang tertampung sangat efektif untuk memberantas sarang nyamuk.

"Ikan pemangsa nyamuk, seperti ikan timah, bisa dilepaskan di tempat-tempat yang diduga menjadi sarang nyamuk," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu dan menggunakan obat nyamuk oles atau bakar.

Program dan kebijakan pengendalian vektor yang telah dilakukan pemerintah, menurut Prof Sudomo, sudah tepat. Namun, hal itu belum terlaksana dengan baik di lapangan.

Sabar pun mengakui bahwa selama ini pemantauan dan evaluasi kegiatan pengendalian vektor masih lemah.

Hal itu membuat kegiatan pengendalian vektor belum bisa memberikan dampak nyata terhadap upaya pengendalian penyakit tular vektor.

Nyamuk-nyamuk penular penyakit masih leluasa menebarkan penyakit yang merenggut ribuan jiwa setiap tahun.

Tuesday, January 18, 2011

5 FAKTOR PENYEBAB ENCOK.

Nyeri, sendi kaku, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada pangkal ibu jari kaki, tumit, lutut, pergelangan kaki, tangan dan siku adalah ciri-ciri terkena encok. Kenali 5 penyebabnya agar terhindar dari encok.

Encok merupakan penyakit yang disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam jaringan ikat, yaitu ruang antara dua tulang atau di dalam tulang itu sendiri.

Penumpukan kristal ini menyebabkan peradangan artritis yang memicu pembengkakan, kemerahan, rasa panas, nyeri serta kekakuan di sendi.

Asam urat yang menumpuk tersebut merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan purin, zat ini merupakan bagian dari semua jaringan manusia dan ditemukan pada berbagai jenis makanan.

Seharusnya asam urat ini terlarut dalam darah dan melewati ginjal hingga akhirnya dikeluarkan melalui urin. Tapi jika produksi asam urat di tubuh meningkat dan ginjal tidak cukup kuat menghilangkan asam urat, maka kondisi ini memicu terjadinya hyperuricemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah).

Seperti dikutip dari Medic8.com, ada faktor penyebab encok yaitu :

  • Kelebihan berat badan. Hal ini karena terdapat lebih banyak jaringan yang bisa pecah atau berganti sehingga memicu meningkatnya produksi asam urat.
  • Terlalu banyak minum alkohol, sehingga mengganggu perjalanan asam urat untuk keluar dari tubuh.
  • Adanya gangguan pada salah satu enzim yang membantu pemecahan senyawa purin yang membuat seseorang kena encok jika makanan makanan yang mengandung purin.
  • Mengonsumsi obat tertentu seperti salisilat, cyclosporine, levodopa atau obat diuretik.
  • Genetik kemungkinan memainkan peran, meskipun tidak terlalu besar. Karena diperkirakan sekitar 18 persen orang yang encok memiliki riwayat penyakit ini.

Jika tubuh rentan terkena encok maka yang harus dilakukan :

  • Minum banyak cairan terutama air putih, karena cairan bisa membantu menghilangkan asam urat berlebih dari dalam tubuh.
  • Menghindari makanan yang mengandung banyak purin seperti bir, minuman alkohol, teri, ikan sardin, telur ikan, ragi, hati, ginjal, kacang-kacangan (kacang polong, melinjo), ekstrak daging, kaldu, jamur, asparagus, bayam dan kembang kol.
  • Menjaga berat badan dengan berolahraga secara teratur.
  • Jangan melakukan diet secara ekstrim, karena hal ini juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  • Memberitahu dokter semua obat dan vitamin yang dikonsumsi untuk mencegah peningkatan risiko hyperuricemia dari obat-obatan yang diminum.

Encok sering disebut asam urat, tapi penyakit ini berbeda dengan rematik. Karena encok terkait dengan gangguan metabolisme pengeluaran kadar asam urat dalam darah yang tersumbat menjadi kristal. Sedangkan rematik adalah penyakit sendi karena adanya gangguan autoimun yang berlangsung lama.

TANDA-TANDA TUBUH KURANG TIDUR.

Tubuh tak bisa dibohongi bila kurang tidur. Kurang tidur bisa berakibat fatal, maka itu penting untuk mengetahui tanda-tanda tubuh yang kurang tidur.

"Tidur sangat penting untuk kelangsungan hidup, sama halnya dengan makan," kata Dr Maria Susan Ester, presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM), dilansir Menshealth.
Tak hanya mengistirahatkan otot, tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas. Agar regulasi tersebut tidak terganggu, secara alami tubuh juga melepaskan hormon yang memicu rasa kantuk pada waktu-waktu tertentu.

Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas (kegemukan), depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, murah marah dan penurunan konsentrasi.

Berikut 5 tanda tubuh kurang tidur atau butuh tidur yang lebih banyak lagi, yaitu :

Terus merasa lapar atau tidak lapar sama sekali :
Kurang tidur bisa membuat orang ingin makan terus dengan porsi yang lebih banyak atau bahkan sama sekali tidak merasa lapar. Ini disebabkan oleh jam internal tubuh yang tidak normal, sehingga banyak orang yang kurang tidur mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Kehilangan focus :
Orang yang kurang tidur bisa mengalami Attention Deficit Disorder, yaitu gangguan perhatian yang menyebabkan respon motorik menjadi lebih lambat dan tidak akurat, refleks berkurang dan tidak bisa fokus pada satu aktivitas.

Kehilangan memori jangka pendek :
"Otak perlu tidur untuk menyegarkan dan beregenerasi. Tanpa itu, memori jangka pendek mungkin terganggu," jelas Dr Neil Kline dari American Sleep Association.

Mengantuk sepanjang hari :
Minuman berkafein, musik yang keras atau apapun usaha untuk membuat orang tetap terjaga hanyalah bersifat sementara dan tidak akan membuat kewaspadaan jangka panjang. Kurang tidur bisa membuat orang merasa letih dan mengantuk sepanjang hari.

Mudah sakit :
Perbaikan sistem kekebalan tubuh dapat diperkuat saat orang tidur. Kurang istirahat dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah terinfeksi virus maupun bakteri. Biasanya penyakit yang paling mudah menyerang orang yang kurang tidur adalah influenza.

Istirahat yang cukup penting untuk memulihkan tenaga dan sistem kekebalan tubuh. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, rata-rata orang dewasa membutuhkan 6-7 jam untuk tidur setiap harinya.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.