Wednesday, June 16, 2010

KAITAN ANTARA TIDUR DAN KECERDASAN ANAK.

Ibarat sebuah ponsel, sumber tenaga manusia perlu di-charge kembali. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat. Tidur pun merupakan bagian dari aktivitas alami pemulihan stamina. Tidur juga diyakini membawa pengaruh pada perkembangan kesehatan jiwa individu yang bersangkutan. Bahkan, kualitas tidur memiliki peran krusial pada kondisi perkembangan kesehatan jiwa anak, di samping dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Tidur memang tak berpengaruh langsung terhadap kecerdasan anak. Maksudnya, tidur cukup saja tidak otomatis membuat anak pintar. Yang benar, tidur cukup membuat fisik dan mental anak menjadi lebih kondusif. Nah, kondisi inilah yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Ketika energi berkurang dan tubuh mulai letih, si kecil yang seolah tidak pernah capek bermain sering kali menjadi rewel, bukan? Kondisi itu juga menyebabkan anak tak lagi bisa berkonsentrasi menjalani aktivitasnya. Inilah saatnya si kecil perlu tidur. Dijamin, apabila tidurnya cukup, anak akan segar kembali dan dapat bermain sambil berkonsentrasi saat bereksplorasi. Jadi, bisa disimpulkan, tidur sangat mendukung perkembangan kecerdasan anak.

Sama halnya dengan anak yang bersekolah dari pagi hingga siang hari. Sepulang sekolah, dalam keadaan letih, dia pasti akan sulit berkonsentrasi ketika diminta mengulang pelajaran. Apabila dipaksakan, mungkin hasilnya nihil. Lebih baik berikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat agar energinya kembali.

Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh, termasuk sel otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak, mengalami pemulihan. Bermodalkan tubuh yang bugar inilah anak diasumsikan akan lebih semangat melakukan sesuatu. Apalagi didukung oleh otak yang berfungsi dengan baik. Selain itu, hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi selagi tidur. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak dan melancarkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Dengan demikian, sel-sel saraf semakin berkemungkinan memiliki pengetahuan yang permanen sifatnya.

Penelitian yang dilansir di London pada 1998 mengungkapkan bahwa bayi yang banyak tidur, perkembangan otaknya akan optimal. Pasalnya, aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75 persen hormon pertumbuhan diproduksi saat anak tidur. Hormon pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan. Selain itu, hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel dalam tubuh, dari sel kulit, sel darah, sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaruan sel ini akan berlangsung lebih cepat kalau si bayi sering terlelap.

Para peneliti di University of London, seperti dilansir BBC News baru-baru ini, mempelajari 600 bayi dengan rentang usia 1-12 minggu untuk melihat faktor yang menyebabkan mereka bisa atau tidak bisa tidur sepanjang malam. Ditemukan, bayi yang disusui lebih dari 11 kali dalam waktu 24 jam selama seminggu pertama akan mengurangi waktu tidurnya hingga 12 minggu. Artinya, sampai berusia 12 minggu, si bayi tidak menikmati tidurnya yang nyenyak sepanjang malam. Seandainya aktivitas menyusu digeser sebelum tengah malam, bayi tentu akan tidur lebih nyenyak.

Tim peneliti di bawah pimpinan Dr Ian St James-Roberts juga menemukan bahwa saat disusui, bayi akan belajar melakukan pembedaan antara siang dan malam. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Diseases in Childhood ini mengungkap, pemberian susu secara sering pada minggu pertama usia bayi merupakan faktor signifikan yang menentukan pola tidur selanjutnya. Itulah mengapa para peneliti berharap studi yang disebut behavioural programme ini bisa menjadi rujukan bagi kalangan medis untuk mengatasi masalah tidur bayi.

Secara garis besar, bayi jadi lebih cerdas apabila kebutuhan tidurnya tercukupi. Jadi, jangan usik pulasnya tidur si kecil jika ingin anak tumbuh cerdas.

Monday, March 22, 2010

SI KECIL MASIH SERING MENGOMPOL.


Si kecil tidak pernah absen mengompol tiap malam. Anda sudah kehabisan akal untuk mengubah kebiasaannya. Padahal, anak-anak seusianya mungkin sudah tidak ada lagi yang membawa kebiasaan ini.

Mengompol digolongkan sebagai kelainan saluran kemih tingkat dasar atau menengah. Tingkatan ini bergantung pada tinggi atau rendahnya kebiasaan mengompol. Mengompol tingkat rendah, yang biasanya dialami anak usia mencapai 5 tahun, umumnya tidak setiap hari terjadi. Sedangkan tingkat menengah bisa terjadi hampir setiap hari.

Mengompol bisa disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Kandung kemih kecil sehingga tidak cukup untuk menampung urine.
  • Kandung kemih tidak mampu untuk menekan dan menahan jumlah urine yang masuk.
  • Si kecil terlambat atau sulit bangun saat kandung kemih penuh.
Mengompol bisa membuat orangtua dan anak tertekan. Orangtua akan merasa kerepotan jika harus sering mencuci alas seprai dan harus selalu mengontrol kebiasaan buruk anak. Sebaliknya, anak akan merasa malu dan tak berdaya karena tak mampu bangun pada waktunya untuk buang air kecil. Karena itu, orangtua seharusnya justru bisa memahami dan membantu si kecil.

Anda bisa menemui dokter anak untuk mencari tahu apakah anak memiliki gangguan berkemih. Cara lainnya, bisa dengan membiasakan anak buang air kecil sebelum tidur. Jangan memberikan minuman lagi saat ia sudah di atas tempat tidur. Cari tahu, jam berapa ia umumnya mengompol. Buat semacam jam pengingat bagi Anda dan si kecil untuk bangun dan pergi ke kamar mandi.

Tuesday, March 16, 2010

IBU HAMIL, PENUHILAH 7 ZAT GIZI PENTING INI!

Gizi ibu hamil disebut sempurna bila setiap hari ia mengonsumsi makanan yang mengandung seluruh zat gizi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

  • Kalori
    Kekurangan kalori dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin dan berbagai perubahan dalam tubuh ibu. Selain itu, konsumsi kalori (karbohidrat dan lemak) yang rendah akan menyebabkan banyak protein terbuang sebagai sumber energi.
  • Protein
    Protein dibutuhkan untuk pembangunan sel-sel baru janin dan untuk pembentukan semua bahan pengatur, seperti hormon ibu dan janin. Protein juga menjadi struktur dasar bagi pembentukan organ-organ dalam tubuh. Itulah sebabnya, ibu hamil dianjurkan estra protein sebanyak 12 gram sehari atau setara dengan dua butir telur ukuran besar setiap hari.
  • Serat
    Konsumsi serat yang rendah menyebabkan Anda mengalami sembelit atau sukar buang air besar.
  • Asam folat dan seng
    Kekurangan kedua jenis zat gizi ini menyebabkan gagalnya pembentukan otak yang sempurna, sehingga menimbulkan cacat bawaan pada susunan saraf pusat dan otak janin.
  • Kalsium
    Jika ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, janin akan mengambil persediaan kalsium yang ada dalam tulang ibu. Akibatnya ibu akan menderita kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Zat besi
    Suplai zat besi yang cukup sangat diperlukan, karena volume darah Anda selama hamil akan meningkat sampai 30 persen. Jadi, jika kekurangan zat besi, maka ibu hamil dapat menderita anemia. Bukan hanya itu, kelancaran proses melahirkan pun terganggu.
  • Air
    Dehidrasi dapat berakibat fatal, karena bisa menyebabkan ibu hamil dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu sebaiknya Anda minum minimal 10 gelas air putih setiap hari. Sebagai variasi, Anda dapat mengganti air putih dengan jus buah atau yogurt.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.