Monday, March 15, 2010

MAU BAYI LAKI-LAKI? PILIHLAH LEMAK DAN SARAPAN!

Apa yang dikonsumsi para calon ibu pada masa awal kehamilannya ternyata memengaruhi jenis kelamin serta kualitas kesehatan dari bayi yang akan mereka lahirkan.

Suatu riset terbaru menyimpulkan, wanita yang rutin sarapan pagi dan mengonsumsi diet tinggi lemak pada masa konsepsi (pembuahan) cenderung akan melahirkan bayi laki-laki. Sedangkan para wanita yang menerapkan diet rendah lemak cenderung melahirkan bayi perempuan.

Temuan ini sepertinya membenarkan apa yang diyakini para wanita jaman dulu dengan anjuran "makanlah daging kalau ingin punya anak laki-laki".

"Diet tinggi kalori secara umum cenderung berpihak pada kelahiran anak laki-laki ketimbang perempuan, sedangkan diet rendah kalori justru sebaliknya. Pada riset manusia dan tikus, pembatasan makanan dan diet suboptimal selama konsepsi dan awal kehamilan juga menghasilkan banyak anak perempuan. Kemungkinan besar ini dikarenakan kekalahan seleksi dari fetus laki-laki, sebagai jenis kelamin paling rentan dalam rahim," ungkap Dr Cheryl Rosenfeld, peneliti dari University of Missouri.

Untuk sampai pada kesimpulannya, peneliti melakukan analisa gen pada plasenta tikus hamil di laboratorium. Tikus-tikus diberikan jenis diet berbeda yakni diet tinggi lemak atau karbohidrat, dan diet rendah kalori. Setiap kelompok ini menunjukkan efek dan ciri yang khusus dibanding kelompok lain yang diberi makanan yang bersumber dari kacang kedelai.

Selain terhadap perubahan kelamin, fetus perempuan pun cenderung lebih sensitif pada jenis diet ibunya, dan terdapat gen-gen yang cenderung lebih mudah terpengaruh atau terganggu. Setelah 12 hari – atau hanya setengah dari masa kehamilan tikus – peneliti menemukan perbedaan pada hampir 2.000 gen termasuk yang mempengaruhi pembentukan fungsi ginjal dan indra penciuman.

Peneliti menyimpulkan, ekspresi gen pada plasenta tikus bersifat adaptif dan dibentuk oleh pola diet selama hamil, dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini merupakan studi lanjutan dua tahun lalu yang menemukan bahwa diet para ibu selama masa konsepsi dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.

Diet tinggi kalori dan sarapan rutin pada studi ini diduga dapat meningkatkan peluang anak laki-laki, sedangkan para ibu dengan asupan energi yang yang lebih rendah cenderung akan melairkan bayi perempuan. Hasi riset juga menunjukkan, asupan kalori yang tinggi pada masa konsepsi dapat meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki dari 10 hingga 11 dari setiap 20 kelahiran.

Anak laki-laki dan anak perempuan juga memiliki risiko penyakit yang berbeda pada saat mereka tumbuh dewasa, Dan tampaknya ini juga berhubungan dengan diet yang dijalani ibu mereka atau pun kondisi tubuh pada saat hamil.

Misalnya, anak laki-laki dari ibu yang gemuk cenderung rentan mengalami obesitas dan mudah terserang penyakit diabetes ketimbang anak perempuan ketika mereka dewasa, meskipun tidak ada perbedaan berat badan saat mereka dilahirkan.

"Alasan mengapa diet tinggi lemak rendah karbohidrat berpihak pada kelahiran anak laki-laki, dan diet rendah lemak tinggi karbohidrat menghasilkan lebih banyak anak perempuan terus mengalihkan pemahaman kami. Pengaruhnya adalah lebih banyak perempuan cenderung makan belebih untuk punya anak laki-laki. Perempuan punya anak laki-laki juga cenderung mengonsumsi nutrisi yang lebih banyak dan beragam seperti potassium, kalsium dan vitamin C, E dan B12. Mereka juga cednerung sarapan dengan sereal."

MINUM AIR PUTIH AGAR TIDAK MUDAH STRES.

Tahukah Anda bahwa air dan stres sangat berhubungan. Seluruh bagian tubuh manusia selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya. Bila kandungan air dalam masing-masing organ kekurangan, fungsinya akan menurun. Selain lebih mudah terpapar oleh bakteri dan virus, kita juga rentan terkena stres.

Berbagai literatur menunjukkan, kekurangan cairan tubuh setengah liter saja dari kebutuhan air setiap hari (2 liter) bisa meningkatkan kadar kortisol, salah satu hormon stres. Fungsi kortisol adalah melepas glukosa ke dalam peredaran darah sebagai energi.

Hormon kortisol bersama dengan hormon-hormon stres yang lain bisa mengganggu beberapa fungsi tubuh. Bila hanya terjadi sekali-kali, mungkin tak perlu dikhawatirkan. Namun, bila Anda sering dehidrasi, tentu saja fungsi imunitas tubuh bisa terkena imbasnya.

Namun, bukan berarti minum bergelas-gelas air akan secara ajaib menghilangkan berbagai tekanan hidup, mulai dari soal uang hingga hubungan dengan pasangan. Tapi, bila selama ini stres sudah menjadi "makanan" sehari-hari, paling tidak Anda tak akan mendapat tambahan stres akibat faktor dehidrasi.

"Disadari atau tidak, kita menjadi mudah dehidrasi saat sedang berada di bawah tekanan atau stres. Ini terjadi karena detak jantung menjadi cepat dan napas menjadi berat sehingga Anda kehilangan cairan," kata Renee Melton, MS, RD, Direktur Nutrition Sensei, sebuah program penurunan berat badan.

Ditambah lagi, saat tubuh dan pikiran sedang menghadapi sesuatu yang menimbulkan stres, biasanya kita tak akan ingat untuk minum cukup air. Padahal, air sangat membantu konsentrasi kita.

"Stres bisa menyebabkan gejala-gejala yang sama seperti saat kita dehidrasi, yakni detak jantung meningkat, mual, lelah, dan sakit kepala," kata Trent Nessler, Direktur Baptist Sport Medicine, Amerika Serikat. Jika dehidrasi semakin tinggi, hal itu dapat memicu penurunan kesadaran sampai kerusakan otak karena otak adalah organ yang paling sensitif terhadap kekurangan air.

Air mempunyai peranan yang penting dalam tubuh, yakni sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh, serta penyedia mineral dan elektrolit bagi tubuh. Rasa haus merupakan petunjuk bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi ringan.

Dengan minum secara teratur, dehidrasi dapat dicegah sehingga kondisi kesehatan tubuh akan lebih baik. Dengan demikian, akan dicapai kemampuan fisik dan mental yang lebih baik.

PISANG, TINGKATKAN KONSENTRASI ANAK.

Pisang termasuk buah yang padat nutrisi dan energi. Teksturnya yang lembut membuat pisang sering dijadikan buah pilihan untuk makanan bayi. Bagi anak-anak, pisang juga bisa menjadi bekal sehat ke sekolah.

Di banyak negara maju, pisang kerap menjadi bekal makanan anak-anak ke sekolah. Mereka juga memasukkan potongan pisang ke dalam sereal dan susu saat sarapan. Pisang menyediakan cukup energi bagi anak-anak untuk siap mengikuti pelajaran di sekolah.

Dr Ir Sobir dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB menjelaskan, sebuah penelitian tentang pisang dilakukan terhadap 200 pelajar di sekolah Twickehnham di Middlesex, Inggris. Kepada mereka diberikan makanan tambahan berupa pisang saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Penelitian dilakukan menjelang waktu ujian.

Hasilnya, menurut Dr Sobir, konsumsi pisang tersebut membantu proses belajar mereka. Kalium yang terdapat pada pisang inilah yang berperan meningkatkan konsentrasi belajar anak.

Selain itu, kandungan vitamin B pada pisang yang cukup tinggi juga mampu mempertahankan aktivitas kerja sistem saraf. Hal inilah yang mendorong pelajar bisa berkonsentrasi lebih lama.

Dalam satu pisang memang terkandung banyak zat gizi. ”Kandungan vitamin dan mineralnya lebih unggul dibandingkan buah dan sayuran lain, terutama untuk vitamin B6 (piridoksin), C, kalium, serat, dan mangan,” katanya.

Jika dibandingkan dengan apel, pisang mengandung 4 kali lebih banyak protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, tiga kali lebih banyak fosfor, lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, serta dua kali lebih banyak vitamin dan mineral lainnya.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu pisang. Selain sangat bermanfaat dalam mencegah stres, pisang juga meningkatkan daya pikir, mengobati radang cerna, serta menyehatkan mata.

Pilih rajabulu
Pisang juga dikenal sebagai buah yang tinggi kandungan potasium (kalium) serta magnesium. Kandungan kedua mineral ini sangat berguna, terutama bagi sistem kardiovaskuler serta kesehatan otot dan saraf.

Kandungan piridoksin yang tinggi, flavonoid, serta alkaloid yang terdapat pada pisang, terutama pisang rajabulu, diduga memiliki aktivitas antidiabetes. Itu sebabnya, berikan pisang rajabulu kepada anak yang menderita diabetes.

Penelitian yang dilakukan PKBT-IPB bersama dengan Puslitbang Gizi Depkes menunjukkan bahwa pisang rajabulu memiliki indeks glikemik 54 persen dibandingkan dengan gula standar sehingga dapat dikonsumsi diabetesi.

Pisang juga berguna bagi mereka yang mengalami stres dan kelelahan karena mengandung serotonin. Menurut Dr Sobir, kadar serotonin pada pisang cukup tinggi, yaitu sekitar 31,4 ng/g. Begitu juga kandungan kaliumnya. Pembentukan serotonin ini dirangsang oleh triptofan yang ada pada pisang.

Serotonin merupakan senyawa yang membuat perasaan rileks, tenang, menambah mood atau suasana hati, serta membuat perasaan lebih bahagia sehingga stres ataupun kelelahan bisa terusir. Itu sebabnya anak yang lelah atau stres setelah belajar di sekolah bisa diberi pisang.

Orangtua bisa mengolah pisang menjadi banana milkshake atau susu pisang kocok, sate pisang yang mudah dibuat dan penampilannya menggugah selera anak, atau pisang goreng penyet ditabur mesis.

Pisang juga bisa diberikan apabila anak sulit tidur pada malam hari. Memberikan pisang dengan susu, yang sama-sama mengandung triptofan, akan membuat anak lebih tenang sehingga mereka bisa segera tidur lelap.

Sembuhkan Tukak Lambung
Bagi anak yang mengalami gangguan pencernaan, pisang juga bisa dimanfaatkan. Beberapa penelitian, seperti dijelaskan Dr Sobir, menemukan bahwa pisang dapat menyembuhkan luka pada sistem pencernaan.

Penelitian atas efek antipektin pada hewan percobaan yang diberi perlakuan ekstrak pisang varietas Palo dan Horn, mampu menyembuhkan luka sebesar 70 dan 88 persen dibandingkan tanpa perlakuan.

Pisang pun dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang bermasalah dengan sistem pencernaan karena tekstur daging buahnya yang halus dan lunak. ”Pisang dapat dimakan tanpa menambah kerja sistem pencernaan. Latek yang terdapat pada pisang juga dapat mencegah iritasi dengan melapisi dinding lambung dan usus,” ujar Dr Sobir.

Bagi anak yang mengalami anemia, pisang merupakan makanan yang baik. Ini karena pisang kaya akan zat besi yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah. Tambahan lagi, dengan mengonsumsi pisang, anak tidak akan sembelit, seperti yang terjadi apabila diberi suplemen zat besi.

Nah, cobalah memperkaya buah pisang dalam menu harian anak-anak. Selain mudah didapat, pisang juga relatif murah, tetapi tidak murahan.
Kan jelas-jelas padat gizi!

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.