Monday, March 15, 2010

UBI, MANFAATNYA TAK BANYAK TERUNGKAP.

Saat membeli gorengan sore hari, ubi bukan termasuk favorit. Dalam menu kolak yang kita buat saat bulan Ramadhan pun, ubi jarang ditemukan.

Orang hanya memandang ubi sebagai sumber karbohidrat, yang sering disalahkan sebagai penyebab obesitas, bahkan diabetes (bila dikonsumsi berlebihan). Kesalahan informasi sering menempatkan ubi dalam kategori yang sama dengan nasi (jenis pangan yang kurang bergizi), padahal tidak semuanya benar. Ubi memiliki banyak manfaat yang belum diketahui orang.

Ada beberapa jenis ubi (sering juga disebut sebagai ketela), namun biasanya kita mengetahui dua macam: ubi yang lebih kering dengan kulit berwarna coklat dan buah kekuningan, atau ubi yang lebih manis dengan kulit berwarna ungu dan buah yang berwarna oranye. Manfaat yang bisa Anda peroleh dari ubi antara lain:

o Salah satu sumber terbaik vitamin A
Ubi digelari sebagai makanan super oleh Center for Science in the Public Interest berkat kandungan nutrisinya. Sebutir ubi ukuran sedang menyediakan lebih dari 200 persen kebutuhan harian akan vitamin A. Vitamin ini muncul dalam bentuk beta karoten, yang memberikan warna kuning oranye pada ubi.

Vitamin A sendiri memberi manfaat untuk penglihatan, kulit, dan tulang. Ubi juga berfungsi sebagai antioksidan, membantu mencegah infeksi dalam pencernaan, saluran kencing, dan paru-paru. Dalam sebuah studi yang digelar oleh Kansas State University pada tahun 2003, dan dipublikasikan di The American Society for Nutritional Sciences, ditemukan hubungan antara kekurangan vitamin A dan emphysema (infeksi paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernafas).

o Vitamin dan mineral lain
Ubi juga merupakan sumber terbaik vitamin C (sepotong ubi memenuhi 66 persen kebutuhan vitamin C dalam sehari), tembaga, vitamin B6, zat besi, kalsium, potasium, dan mangaan. Ubi juga kaya serat. Menurut The U.S. Sweet Potato Council Inc., ubi masak yang dimakan beserta kulitnya menyediakan lebih banyak serat daripada seporsi oatmeal.

o Mudah dicerna
Kandungan patinya yang tinggi membuatnya kurang bekerja untuk sistem pencernaan, yang menghilangkan penyebab sakit perut. Seratnya yang tinggi mampu mencegah sembelit (dan penyebab penyakit perut lainnya). Sedangkan vitamin A, B, C, kalsium, dan potasiumnya membantu meringankan radang perut, dan masalah sejenis karena manfaat antiperadangannya.

o Karbohidrat alternatif untuk yang sedang berdiet
Ubi berukuran sedang yang tidak dimasak mengandung 112 kalori, bebas lemak dan bebas kolesterol, serta rendah sodium. Kandungan ini tentu akan berubah, tergantung cara Anda memasaknya. Mengukus atau merebus ubi akan memunculkan rasa manisnya yang alami, namun dengan sedikit kalori.

Ubi memiliki kadar Glycemic Index (GI) yang rendah, khususnya bila dibandingkan dengan roti putih atau nasi. Skala GI akan menilai makanan berdasarkan berapa banyak dan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

Karena pengaruhnya terhadap gula darah relatif kecil, ubi juga menjadi pilihan yang baik untuk pengidap diabetes yang butuh karbo, namun yang tidak mempengaruhi kadar insulin. Studi yang digelar oleh University of Vienna, Austria, pada tahun 2003, membuktikan bahwa pengidap diabetes melitus tipe II yang mengonsumsi ubi dosis tinggi menunjukkan penurunan terbesar resistensi insulin tanpa perbedaan dalam berat badan, atau faktor lain yang mungkin akan mempengaruhi.

o Bisa diolah dengan cara apa saja
Anda mungkin hanya mengenal ubi dalam bentuk ubi goreng (dengan tepung), dan kolak. Padahal, ubi bisa diolah dengan cara apa saja. Cobalah lebih kreatif saat mengolah bahan makanan yang kerap menjadi menu Thanksgiving ini. Anda juga bisa browsing resep-resep baru dari internet.

Thursday, March 4, 2010

AWAS, NILAI JEBLOK KARENA ANAK KURANG TIDUR.

Ternyata bukan tanpa alasan mengapa bayi dan anak harus cukup tidur. Tidur merupakan salah satu rangsang bagi tumbuh kembang otak. Karena itu, pada masa kanak-kanak persentase tidur anak harus lebih banyak daripada orang dewasa.

Sayangnya, saat ini banyak "pengganggu" yang membuat waktu tidur anak berkurang. Selain aktivitas anak yang seabrek, mengikuti les, mengerjakan PR, bermain, menonton televisi atau bermain game, membuat anak-anak di zaman modern tidur lebih larut.

Para ahli menyebutkan, anak-anak pra-remaja saat ini tidur kurang dari tujuh jam di hari biasa dan hanya sekitar lima jam saat akhir pekan. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding waktu tidur anak-anak di era 20 tahun lalu. Padahal, sedikitnya waktu tidur sangat merugikan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak.

Perkembangan otak anak akan terus terjadi sejak di dalam kandungan hingga anak berusia 21 tahun, dan sebagian besar prosesnya terjadi saat anak tidur. Karena itu, dampak dari kurangnya waktu tidur akan lebih dirasakan anak ketimbang orang dewasa.

"Banyak dampak negatif yang dirasakan anak, seperti menurunnya prestasi akademik, emosi yang tidak stabil, obesitas, serta meningkatnya gangguan konsentrasi," kata Dr Avi Sadeh dari Tel Aviv University, yang pernah melakukan penelitian tentang tidur pada anak.

Beberapa literatur juga menyebutkan, gangguan tidur yang terjadi pada masa pertumbuhan akan menyebabkan gangguan permanen pada struktur otak. Anak yang kurang tidur ditengarai akan tumbuh menjadi remaja yang depresi, moody, dan suka minuman beralkohol.

Menurut Dr Sadeh, anak yang kurang tidur biasanya memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena anak yang lelah akibat kurang tidur tidak mampu menyerap informasi atau pelajaran baru karena otak mereka sudah kehilangan "kekenyalannya" untuk membuat sambungan baru.

Penelitian lain menyebutkan, kurang tidur akan mengurangi kemampuan tubuh dalam mengambil glukosa dari peredaran darah. Tanpa glukosa, ada bagian otak yang disebut Executive Function, yang berfungsi menyelaraskan antara tujuan dan konsekuensi tindakan, terganggu. Otak yang lelah juga menghambat pengeluaran ide-ide kreatif.

BERNYANYILAH, PERBAIKI KERUSAKAN OTAK AKIBAT STROKE.

Satu dari empat pasien stroke mengalami gangguan bahasa, yang melibatkan kemampuan untuk berbicara, menulis, dan mengerti bahasa yang diucapkan dan ditulis. Hal ini terjadi bila bagian otak kiri yang mengalami kerusakan.

Dalam pertemuan American Association for the Advancement of Science di San Diego, Amerika Serikat, tim peneliti Harvard menyebutkan, kegiatan bernyanyi mampu "menyambungkan" kembali bagian otak yang rusak. Dengan bernyanyi, bagian otak lain yang berkaitan dengan pusat bahasa akan diaktifkan.

Gottfried Schlaug, profesor saraf dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School, mengatakan, saat "pusat bahasa" di otak rusak akibat stroke, sebenarnya kita bisa menggunakan otak di bagian "pusat nyanyian".

Dalam uji klinik yang dilakukan, diketahui bagian otak tersebut merespons terapi "intonasi melodi" yang dilakukan para ahli. Sebenarnya terapi ini sudah lama dilakukan, khususnya untuk pasien stroke yang tidak mampu bicara, tetapi bisa bernyanyi.

"Ini adalah riset pertama yang menggabungkan terapi intonasi melodi dengan pencitraan otak untuk menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi di otak saat pasien belajar menyanyikan kata-kata," papar Schlaug.

Area otak yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan pendengaran sebagian besar berada di otak sisi kiri. "Namun, ada sebagian yang berhubungan dengan sisi kanan otak. Untuk alasan tertentu, sambungan ini tidak terjadi sehingga bagian otak kiri lebih banyak dipakai untuk bicara dan bahasa," kata Schlaug.

Bila bagian kiri rusak, bagian kanan juga punya masalah. Namun, bila pasien mengucapkan kata-kata dengan melodi, akan tercipta hubungan antara bagian otak kiri dan kanan. Sebelumnya penelitian lewat pencitraan otak menunjukkan, pada penyanyi profesional, "pusat nyanyian" ini berkembang lebih pesat.

Pasien pasca-stroke dilatih untuk melagukan kata-kata yang sulit diucapkannya dalam nada melodi. Pasien juga dilatih untuk mengetuk dengan tangan setiap silabel kata. "Musik mungkin medium yang paling efektif untuk menghubungkan bagian otak yang tidak tersambung," katanya.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.