Friday, January 1, 2010

5 MAKANAN SEHAT YANG MENIPU.

”Jika dilihat dari jauh, beberapa makanan terlihat begitu sehat karena kemasan atau label yang ada di baliknya,” Janel Ovrut, MS, RD, ahli nutrisi dari Boston ini mengingatkan kita. Belum lagi pihak pemasaran dari produsen-produsen makanan itu “menghipnotis” kita dengan iklan-iklan yang mengusung pentingnya satu nutrisi dari satu sisi saja.

Itulah mengapa Janel Ovrut, MS.RD memberikan panduannya untuk kita agar kita tidak terkecoh lagi dengan makanan-makanan berikut ini :

1. Kentang panggang, memang makanan ini rendah lemak tapi tetap saja nilai kalorinya tinggi dengan serat yang sedikit. Ganti dengan popcorn yang lebih berserat dengan 65 persen kalori lebih rendah dari kentang. Agar popcorn lebih sehat, masaklah dengan menggunakan microwave sehingga bebas minyak.

2. Permen berbentuk boneka, anak-anak kita pasti suka makanan manis ini. Padahal, makanan ini mengandung fruktosa yang tinggi yang lama-kelamaan akan membuat mereka bertubuh tambun. Lebih baik berikan mereka manisan berupa buah kering untuk menambah asupan serat pada menu anak. Akan lebih baik jika kita memberikan mereka buah-buahan segar untuk menjaga stamina tubuh mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Yunani, anak-anak atau orang dewasa yang makan buah dan sayur lebih banyak akan terhindar dari berbagai jenis kanker.

3. Es krim, meskipun yang jualan menaruh label bebas kalori, percayalah nilai kalorinya tetap tinggi. Dalam setengah mangkuk es krim terdapat 220 kalori. Belum lagi rasa manis yang ada di dalam es krim akan membuat kita ingin makan lagi dan lagi. Cobalah ganti es krim dengan produk olahan kedelai karena nilai kalorinya terbilang rendah. Di samping itu makanan ini adalah serat sehat yang disenangi oleh bakteri-bakteri sehat di dalam usus. Sehingga proses penyerapan kalsium dan zat besi dalam tubuh bisa berjalan maksimal.

4. Diet soda, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2008, ditemukan hubungan antara konsumsi minuman ini dengan sindrom metabolik. Sindrom ini ditandai dengan perut buncit dan diikuti dengan gangguan jantung. Lebih baik bantu program diet dengan air putih, sebab air putih adalah pembantu tubuh terbaik untuk melakukan metabolisme.

5. Nonfat salad dreesing, kelemahannya adalah dressing ini dipenuhi oleh pemanis seperti gula yang artinya membuat kita mengonsumsi lebih banyak kalori. Dan ironisnya, salad yang kita makan akan kurang maksimal jika tidak didampingi oleh lemak. “Karena tubuh butuh lemak untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K, serta nutrisi lainnya,” ucap Katherine Tallmadge, RD, juru bicara American Dietetic Association. Untuk lemak yang baik pada salad cobalah minyak zaitun. Minyak zaitun kaya akan antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas plus membantu tubuh mendapat lemak untuk menyerap nutrisi-nutrisi penting.

TERONG, ANTIOKSIDAN DAN PENGIKAT ZAT BESI.

Sayuran yang satu ini tak asing lagi di telinga. Bentuknya yang khas dengan warnanya yang ungu membuatnya mudah dikenali dari sayuran lainnya.

Tahukah Anda bahwa terong mempunyai sifat antioksidan yang baik karena kandungan fitonutriennya mengandung komponen fenol seperti caffeic, asam klorogenik serta flavonoid seperti nasunin?

Para peneliti dari US Agricultural Service di Beltsville, Maryland menyatakan komponen fenol dalam terong berkhasiat sebagai antioksidan. Selain fenol, di dalam terong terdapat komponen lain yang bersifat melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan jamur.

Meskipun terong bervariasi, tapi ternyata di dalam semua variasi terdapat kandungan fenol yang predominan yaitu asam klorogenik. Selain sebagai antiradikal bebas, komponen asam ini juga berfungsi sebagai antikanker, antimikroba dan anti LDL serta antiviral.

Selain asam klorogenik, komponen flavonoid seperti nasunin juga merupakan antioksidan serta pemberi proteksi membran sel tubuh terhadap radikal bebas dengan memberikan makanan bergizi bagi otak. Membran sel di dalam otak mengandung lipid yang tidak hanya memproteksi sel tubuh dari radikal bebas tapi juga mengabsorbsi nutrisi untuk tubuh dan membuang hasil metabolisme tubuh.

Nasunin juga berfungsi sebagai pengikat zat besi jika terjadi kelebihan zat besi di dalam tubuh. Zat besi memang baik untuk fungsi imunitas dan transport oksigen dalam tubuh. Tapi jika berlebihan, zat besi di dalam tubuh akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Wanita yang masih mengalami menstruasi akan kehilangan zat besi setiap bulannya sehingga risiko mengidap penyakit jantung akan lebih kecil. Tetapi pada wanita yang sudah menopause dan juga para pria, zat besi tidak mudah dikeluarkan sehingga bisa terjadi penumpukan di dalam tubuh.

Untuk itu, nasunin yang bersifat mengikat zat besi ini bisa mengurangi pembentukan radikal bebas dan melindungi kerusakan sel tubuh serta mengurangi kerusakan akibat radikal bebas di sendi-sendi tubuh.

PILIH MANA, NASI ATAU KENTANG?

Banyak orang yang memanfaatkan kentang sebagai makanan pokok dalam program diet mereka ketimbang nasi putih. Sehatkah pilihan tersebut?

Kentang memang kaya akan kandungan vitamin A dan B, karbohidrat, serat, sodium, potasium, fosfor, dan zat besi. Kandungan phytonutrient dalam kentang juga merupakan zat gizi yang berfungsi sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas. Selain itu, padatnya karbohidrat tapi dengan nilai kalori yang lebih kecil dalam kentang ketimbang nasi, membuat makanan yang berasal dari tumbuhan menjalar ini menjadi primadona dalam menu program diet kita. Bayangkan saja, satu kentang berukuran sedang mengandung kurang lebih 150 kalori saja. Sedangkan dalam satu piring nasi bisa terkandung sampai 240 kalori.

Kalau begitu, berarti benar kentang lebih baik dari nasi? Jangan terlalu terburu-buru menarik kesimpulan, karena dr Diani Adrina, SpGK, dokter ahli gizi dari RS Mitra Kemayoran, menyatakan ternyata kentang memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada nasi. Karena dalam 2 gram kentang rebus terdapat indeks glikemik sebesar 84, sedangkan pada nasi hanya 64.

Makanan-makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan beberapa gangguan bagi kesehatan kita, seperti meningkatnya kadar gula, menekan kolesterol baik, serta meningkatkan risiko terjadi serangan jantung dan diabetes.

Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk menikmati kentang adalah dengan membatasi jumlah asupan kentang yang kita konsumsi. Jika ingin menyantap kentang, hindari kentang yang digoreng dan lebih baik pilihlah kentang yang direbus atau dipanggang bersama dengan kulitnya. Jangan lupa untuk selalu mendampingi kentang dengan brokoli atau sayuran lainnya.

Khusus bagi para penderita diabetes atau yang berisiko tinggi terkena diabetes, lebih bijak jika kita bisa menghilangkan kentang dalam daftar menu makanan harian kita. Alternatif aman dari kelas umbi-umbian yang memiliki indeks glikemik lebih rendah adalah ubi, daripada kentang.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.