Friday, January 1, 2010

MAKANAN PUN BISA MENYEBABKAN PENUAAN.

Mungkin Anda heran mengapa ada orang yang terlihat lebih tua dari usianya dan ada yang tetap terlihat seperti berusia 20 tahun meski usianya sudah 25 tahun. Sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Monash University, Australia, mengungkapkan sebabnya. Menurut mereka, makanan yang kita santap setiap hari juga amat menentukan keberhasilan kita untuk menjaga kondisi kulit agar tetap kenyal dan sehat. Selain menyebabkan penuaan, banyak makanan yang membuat kulit lebih cepat mengalami peradangan (inflamasi) dan kanker kulit. Meski baru bersifat studi permulaan, tak ada salahnya kita mulai mencermati asupan makanan yang dikonsumsi.

Tak cuma menyehatkan, makanan berikut juga bisa mendukung usaha Anda mempertahankan kulit dalam kondisi prima :

o Lemak keseluruhan

o Lemak tak jenuh

o Minyak zaitun

o Ikan

o Lemak susu dan produk olahan susu

o Telur

o Kacang-kacangan

o Sayuran hijau

o Gandum utuh

o Buah-buahan, terutama yang kaya zat antioksidan, seperti apel, dan keluarga beri

o Air putih

o Makanan yang mengandung zinc

Selain rokok, jangan biarkan kulit terlihat cepat menua karena sering mengonsumsi makanan berikut :

o Lemak jenuh

o Daging merah

o Produk olahan susu yang kaya lemak

o Soft drink

o Cakes

o Kentang

o Butter dan margarin

KEUNTUNGAN DENGAN MENJADI VEGETARIAN.

Secara umum, mereka yang punya pola makan vegetarian menghindari konsumsi makanan yang berasal dari hewan, dan hanya menyantap makanan nabati, seperti padi-padian, kacang, sayuran, dan buah-buahan. Secara spesifik, ada beberapa jenis vegetarian. Perbedaan antara satu kelompok dengan yang lainnya berkaitan dengan pola konsumsi makanan hewani dan produk olahannya. Perlu diketahui, saat ini sudah sedikit jumlah vegetarian yang tidak mengonsumsi makanan hewani sama sekali.

Pembagian jenis vegetarian adalah sebagai berikut :

Lacto-ovo vegetarian : Kaum vegetarian yang masih mengonsumsi telur, susu, serta produk susu (seperti keju dan yogurt), namun tidak mengonsumsi daging, ayam, dan ikan.

Lacto-vegetarian : Kaum ini hanya mengonsumsi susu dan produk susu, namun menghindari makanan hewani lainnya.

Vegan : Hanya mengonsumsi sumber makanan nabati, tidak mengonsumsi semua jenis produk hewani.

Fruitarian : Kaum ini makanan utamanya berupa buah-buahan, kacang, madu, dan minyak sayur.

Semivegetarian : Orang ini biasanya mengikuti pola makan vegetarian, namun sesekali masih makan daging merah, ayam, ikan, telur, dan susu.

Beberapa penelitian menunjukkan, para pengikut vegetarian mengalami penurunan risiko kematian akibat beberapa penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, bermacam-macam kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas (kegemukan). Tingkat penurunan risiko ini didapat bila dibandingkan dengan kaum non-vegetarian. Singkat kata, para vegetarian lebih panjang umur. Apalagi mengingat gaya hidup vegetarian sering disertai gaya hidup sehat lainnya, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, tidak minum alkohol, atau obat terlarang.

BAYAM CEGAH BATU EMPEDU.

Mungkin hanya sedikit saja dari kita yang mempedulikan batu empedu. Padahal, setiap orang hampir pasti akan mengalaminya dan bukan mustahil akan mendapat masalah batu empedu di suatu saat nanti.

Terbentuknya batu empedu merupakan salah satu kelainan utama yang timbul pada kandung dan saluran empedu. Batu empedu terjadi karena perubahan kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol.

Pada kantung empedu, batu dapat menyebabkan peradangan yang disebut kolestitis akut, hal ini karena adanya pecahan batu empedu di dalam saluran empedu yang menimbulkan rasa sakit. Batu-batu yang melalui kantong empedu dapat menyangkut di dalam hati dan saluran empedu, sehingga menghentikan aliran dari empedu ke dalam saluran pencernaan.

Meski penyakit kandung empedu jarang menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk bisa menyiksa. Jika seseorang sudah mengidap batu empedu, gejala yang mungkin timbul adalah serangan ketika makan berlemak tinggi. Batu yang menghambat aliran empedu akan menimbulkan sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan.

Menurut sebuah riset terbaru di Amerika Serikat, pembentukan batu empedu sebenarnya dapat ditekan dengan konsumsi makanan yang mengandung magnesium. Jenis makanan yang kaya magnesium di antaranya adalah ikan, kacang almon kering, bayam, alpukat, pisang, kismis dan kacang mede.

Adalah Dr. Chung-Jyi Tsai dan rekannya dari University of Kentucky Medical Center di Lexington yang mempublikasikan sebuah penelitian tentang peran magnesium menekan risiko pembentukan batu empadu. Seperti yang dimuat American Journal of Gastroenterology, Dr. Chung-Jyi Tsai mencatat bahwa konsumsi magnesium dalam beberapa tahun terakhir relatif menurun akibat pengolahan makanan yang terlalu lama.

Kurangnya magnesium sudah sejak lama dikenal dapat meningkatkan kadar trigliserida serta menurunkan kolesterol baik (HDL) dalam darah, yang mana keduanya memicu risiko pembentukan batu empedu. Namun begitu, hingga saat ini pengaruh atau dampak jangka panjang magnesium terhadap risiko pembentukan batu empedu pada manusia belum diketahui mendalam.

Oleh sebab itulah, Tsai beserta timnya melakukan riset dengan cara menganalisa data 42.705 pria berusia antara 40 hingga 75 tahun. Para pria ini dipantau perkembangannya dari tahun 986 hingga 2002 dan mereka juga disurvei setiap dua tahun untuk mengetahui kasus penyakit baru, termasuk penyakit kantung empedu. Para peneliti mengumpulkan informasi soal asupan magnesium melalui sebuah kuisioner semikuantitatif yang dikirim kepada para partisipan setiap empat tahun. Selama masa pemantauan, para peneliti mencatat sekitar 2195 pria didiagnosa penyakit batu empedu.

Hasil riset menunjukkan, partisipan yang memperoleh asupan magnesium tertinggi mengalami penurunan risiko batu empedu hingga 33 persen ketimbang mereka yang mendapat asupan magnesium paling rendah. Penurunan risiko juga terlihat ketika peneliti hanya mempertimbangkan asupan makanan mengandung magnesium tanpa pemberian suplemen.

“Dari banyak riset, tampak bahwa pola makan sehat, yang mengutamakan sayuran, serat, karbohidrat kompleks dan juga asupan magnesium, akan menurunkan risiko batu empedu simtomatik. Pola makan yang sehat juga dapat membantu seseorang dalam mencegah penyakit selain batu empedu ,” ungkap Dr. Cynthia W. Ko, dari Universitas Washington di Seattle, dalam sebuah editorial menanggapi temuan ini.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.