Wednesday, December 9, 2009

UNTUK YG PUNYA ANAK KECIL HARAP DI PERHATIKAN JAJANANNYA.

Masih mau jajan sembarangan? Di balik nikmatnya es teh....

Setelah pengungkapan- pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal.

Nah, tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta.
Es batu ini ternyata berasal dari air sungai Ciliwung yang kotor warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening.

Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak-kotak yang tidak memiliki system refrigerator. Tapi faktanya, para penjaja makanan dan minuman di Jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik matahari menyengat.


Tahukah anda, setelah tim investigasi salah satu TV swasta mencoba mengambil sample secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 - 20.000 per 100 ml).

Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan kotoran manusia. Nah, masih mau jajan sembarangan? Memang buatan rumah kita sendiri jauh lebih enak dan sehat!!

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet

Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air toilet.

Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar mandi umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es batu di restoran siap saji?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak kuman dibandingkan air toilet.

Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia 12 tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil mendapatkan penghargaan proyek sekolah menengah. Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan air toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida Selatan. Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan air toilet itu di University of South Florida.

Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E-COLI yang biasanya terdapat dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.

"Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es batu ini," ungkap Dr. David Katz komtributor masalah kesehatan 'Good Morning Amerika' seperti dilansir detikhot dari ABC News.

Baik Jasmine dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet dinilai lebih bersin karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses penyaringan.

Sunday, December 6, 2009

MELIHAT MANFAAT SERAT.

Serat makanan (dietary fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserat di saluran pencernaan.

Barbara Rolls, Phd, penulis buku The Volumetrics Eating Plan, menyebutkan konsumsi diet tinggi serat sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol, selain juga mencegah konstipasi karena serat menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga tekstus feses menjadi lunak.

Agar terbebas dari masalah sembelit, konsumsi serat harus diimbangi dengan asupan air yang cukup karena jika kurang minum, serat justru akan memperparah konstipasi atau gangguan pada usus besar.

"Serat tak hanya mengurangi kepadatan makanan (jumlah kalori yang kita asup) tapi juga mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan saat melewati sistem pencernaan," kata Rolls. Hal tersebut akan mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen.

Selain itu, menurut Joanne Slavin, PhD, pakar di bidang obesitas dari Universitas Minnesota, serat tidak hanya membuat perut terasa lebih penuh tapi juga mengurangi masalah pencernaan, termasuk kanker kolon.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan, dalam jumlah besar serat bisa membantu mengatur kadar gula darah dan insulin. Ini sebabnya, orang yang sering mengonsumsi serat cenderung lebih langsing.

Serat juga diketahui menunjukkan manfaat lain untuk kesehatan. Asupan serat yang tinggi (khususnya dari sereal dan produk serelia) terbukti memperlambat timbulnya plak oleh kolesterol pada wanita yang menderita penyakit jantung.

Konsumsi serat yang cukup juga akan melindungi jantung kita dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) tanpa mengurangi kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini karena pangan berserat tinggi biasanya mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang rendah.

Sumber serat terbaik adalah sayuran dan buah, serta biji-bijian. Para ahli tidak menganjurkan konsumsi suplemen serat karena konsumsi yang tidak tepat bisa menyebabkan sumbatan usus dan diare.

SEBERAPA KOTOR PENCERNAAN KITA ?

Menjaga keseimbangan ekosistem di dalam saluran pencernaan sungguh penting, supaya jumlah bakteri baik tetap memadai. Asupan makanan yang keliru akan mengotori pencernaan dan menjadi teman baik bakteri jahat.

Tak sedikit orang yang saking getolnya menjaga kesehatan sampai berperilaku berlebihan. Salah satu contoh perilaku berlebihan itu adalah rajin melakukan cuci usus. Setiap habis makan makanan yang dirasa berlebihan lemaknya, misalnya, orang seperti ini langsung cuci usus.

Kita patut kasihan kepada mereka, dan mengingatkan bahwa itu bukan cara yang tepat. Bahkan membahayakan kesehatannya sendiri. Kekhawatiran berlebihan menjadi gemuk atau sakit itu mungkin perlu diatasi dengan bantuan konseling psikologi. Yang pasti, The Mayo Clinic, Amerika Serikat, lembaga yang sangat dipercaya di bidang kesehatan, merekomendasikan bahwa cuci usus itu sama sekali tidak diperlukan dan bahkan bisa berakibat merugikan.

Cuci kolon yang juga populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, dapat dikatakan merupakan tindakan perusakan alam yang semena-mena. Sebab sesungguhnya Tuhan telah mengatur sedemikian rupa sehingga kolon atau usus besar, sebagai bagian dari sistem pencernaan kita, dapat bekerja sendiri dengan sangat indahnya dalam menyerap air, mineral, elektrolit dalam fungsinya mengontrol berbagai fungsi tubuh.

Karena itu, sering melakukan cuci usus dalam jangka panjang, menurut Gensler, dapat menyebabkan anemia, malanutrisi dan bahkan gagal jantung. Yang terbaik dilakukan untuk menjaga keseimbangan flora di saluran cerna adalah memilih bahan pangan yang sesuai, yaitu makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik.

Pertimbangkan makan suplemen

Walaupun demikian, mengonsumsi sumber probiotik dan prebiotik berlebihan, juga berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini bisanya terjadi pada mereka yang mengonsumsi suplemen probiotik secara berlebihan, sehingga terjadi probiotic bacteremia (di dalam darah terdapat bakteri berlebihan).

Oleh sebab itu jika ingin mengonsumsi suplemen probiotik sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter Anda, baik menyangkut jenis suplemen, lama penggunaan dan berapa banyak perlu mengonsumsinya.

Perlu diketahui, bahwa sejumlah efek samping mengonsumsi suplemen probiotik dapat terjadi. Antara lain kentut, bengkak, dan kadang terjadi komplikasi, bahkan dapat juga menyebabkan infeksi. Menurut Gensler, suplemen dapat menyebabkan stimulasi terlalu banyak pada sistem imun sehingga malah tidak dapat berfungsi optimal.

Bagaimanapun juga lebih aman jika kita mengonsumsi sumber probiotik dan prebiotik dari makanan. Menurut Gensler, diet probiotik dan prebiotik sebetulnya sangat mudah. Tidak berbeda dengan diet yang biasa disarankan oleh para pakar gizi untuk mencegah penyakit jantung koroner, kanker, gangguan pencernaan, ataupun diet untuk mengelola berat badan agar ideal.

Diet yang disarankan adalah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayur mayur dan buah-bahkan, biji-bijian, rendah lemak, daging dan rendah gula. Dengan pola makan seperti itu, dijamin bahwa kita akan segera merasakan manfaatnya dalam hal keseimbangan jumlah bakteri di saluran cerna, imunitas tubuh meningkat, saluran pencernaan lebih sehat, dan risiko sakit menurun.

Sayur dan buah kadang disebut sebagai raja dan ratu nutrisi, karena kandungan seratnya yang tinggi sehingga sangat membantu sistem pencernaan dan menjadi pendukung bakteri probiotik di dalam usus besar.

Keuntungan mendapatkan bakteri probiotik dari makanan ialah bahwa bakteri dapat hidup di dalam perut. Jadi, singkirkan jauh-jauh pikiran yang serba mau instan tapi merusak flora usus dan kesehatan kita.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.