Sunday, December 6, 2009

KONTROL BERAT BADAN DENGAN SARAPAN.

Kalau Anda pikir melewatkan sarapan merupakan salah satu cara berdiet, maka anggapan Anda salah besar. Sarapan justru bisa membantu Anda menjaga berat badan dan melangsingkan tubuh.

Katherine Zeratsky, R.D, ahli nutrisi dari Mayo Clinic, menjelaskan mengapa Anda wajib sarapan bila ingin berat badan tetap ideal.

1. Sarapan akan mengurangi rasa lapar yang berlebihan di siang hari sehingga nafsu makan pun bisa ditekan. Rasa lapar yang berlebihan bisa membuat kita menjadi "kalap" saat makan siang.

2. Melewatkan sarapan bisa meningkatkan respon insulin tubuh sehingga lebih banyak lemak yang disimpan tubuh. Bila ini terjadi, lama-lama berat badan akan melonjak.

3. Sarapan akan membuat tubuh lebih berenergi. Sarapan yang sehat adalah bahan bakar bagi tubuh yang akan disimpan sebagai glikogen yang menyuplai gula darah atau untuk berpikir.

Sayangnya, sebagian besar orang, terutama pekerja, jarang sarapan karena alasan dikejar waktu. Bila Anda sangat sibuk, pilihlah menu sarapan yang praktis namun bernutrisi. Misalnya saja telur, sereal, susu rendah lemak, atau jus buah.

APA ITU LEPTPSPIROSIS ?

Salah satu penyakit pasca gempa yang mengintai korban gempa adalah Leptospirosis. Penyakit ini adalah salah satu penyakit menular yang berasal dari hewan dan menjangkiti manusia dan termasuk penyakit zoonosis paling sering di dunia.

Leptospirosis disebabkan bakteri patogen berbentuk spiral genus Leptospira, famili leptospiraceae dan ordo spirochaetales. Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai 5-40 persen.

Infeksi ringan diperkirakan pada 90 persen kasus. Anak balita, orang lanjut usia dan penderita yang mempunyai daya tahan tubuh rendah mempunyai resiko kematian tinggi. Pada usia di atas 50 tahun, risiko kematiannya bisa mencapai 56 persen. Pada penderita ikterus yang sudah mengalami kerusakan hati, risiko kematiannya lebih tinggi.

Penularan penyakit ini bisa melalui tikus, babi, sapi, kambing, kuda, anjing, serangga, burung, landak, kelelawar dan tupai. Penyakit ini dapat menyerang semua usia, mayoritas berusia 10-39 tahun, maka bisa jadi usia adalah sebuah faktor risiko.

Di Indonesia, penularan paling sering adalah melalui tikus. Air kencing tikus terbawa banjir kemudian masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata dan hidung. Bisa juga melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi urine tikus yang terinfeksi leptospira.

Beberapa hewan lain seperti sapi, kambing, domba, kuda, babi, anjing dapat terserang leptospirosis, tetapi potensi menularkan ke manusia tidak sebesar tikus. Leptospirosis tidak menular langsung dari pasien ke pasien.

Masa inkubasi leptospirosis 2 - 26 hari. Sekali berada di aliran darah, bakteri ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan gangguan khususnya hati dan ginjal. Pada ginjal kuman bisa menyebabkan peradangan ginjal dan kematian jaringan sampai gagal ginjal. Gangguan hati juga mungkin terjadi sehingga bisa menyebabkan ikterus (kulit berwarna kekuningan). Jika leptospira mengenai otot maka bisa menyebabkan pembengkakan, kerusakan jaringan hingga gangguan permeabilitas kapiler pembuluh darah sedangkan gangguan paru yang sering terjadi adalah batuk darah.

Infeksi leptospirosis mempunyai gejala yang sangat bervariasi bahkan kadang hampir tidak ada gejala sehingga sering terjadi kesalahan dalam mendiagnosa. Hampir 15-40 persen penderita yang terinfeksi tidak bergejala tetapi pemeriksaan laboratorium positif.

Cara menghindari atau mengurangi resiko leptospirosis adalah dengan menghindari atau mengurangi kontak dengan binatang yang kira- kira terkena air atau lahan yang tercemar. Pakailah sarung tangan, baju dan kacamata pelindung. Perhatikan kebersihan lingkungan dan binatang pengerat seperti tikus harus diperhatikan.

Komplikasi tergantung dari perjalanan penyakit dan pengobatannya. Perkiraan kondisi penderita di masa depan tergantung dari ringan atau beratnya infeksi.

SEJUTA MANFAAT TIDUR TENGKURAP.

Kekhawatiran akan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi membuat orangtua ragu menidurkan bayi kecilnya dalam posisi tengkurap. Sebenarnya, SIDS tak akan terjadi jika kondisi bayi selalu terpantau. Jadi, jangan takut menengkurapkan bayi sekalipun usianya belum sebulan.

Dengan sering ditengkurapkan, bayi belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Kurang lebih di usia 4 bulan, kebanyakan bayi telah mampu menopang kepala dan lehernya menghadap depan.

Jika sudah menguasai kemampuan tersebut dengan baik, tidak lama dari itu mengangkat tubuh ini meningkat, dia mulai bisa membalikkan badan, menggeser dan akhirnya mampu menggulingkan badan dari posisi tengkurap, telentang, lalu tengkurap lagi dan seterusnya.

Pentingnya latihan tengkurap telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Misalnya yang dilakukan oleh Klinik Wichita di Newton, Amerika Serikat, yang kemudian dipublikasikan di Archieves of Pediatric and Adolescent Medicine.

Penelitian membuktikan, bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berguling di usia 4 bulan daripada bayi yang biasa ditidurkan tengkurap.

Hal yang sama diakui oelh Glenn Doman (ahli terapi otak). Menurutnya, untuk mempermudah bayi bergerak, maka bayi harus diletakkan di lantai, tentu saja yang bersih dan aman, dengan posisi tengkurap agar dia bisa menghabiskan waktunya sebanyak mungkin menggerakkan tangan dan kakinya untuk bergeser maju.

Sebaliknya, Doman mengatakan, bayi dalam posisi telentang ibarat kura-kura dalam posisi terbalik. Ia sulit menggunakan leher dan anggota tubuhnya untuk belajar menopang tubuh dan bergerak maju atau munjur.

Selain baik bagi perkembangan sensor motorik (kemampuan indra dan gerak), tengkurap juga membuat tidur bayi jadi lebih pulas. Refleks moro (refleks pada bayi baru lahir yang terlihat seperti gerak terkejut) seringkali membuat bayi terjaga dan menangis.

Efek refleks kejut yang tak terkontrol itu dapat dikurangi dengan tidur tengkurap. Alasannya, dada dan tangan bayi bersentuhan dengan permukaan tempat tidurnya sehingga menimbulkan rasa aman. Manfaat lain, tidur tengkurap mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang.

Selanjutnya, bayi yang telah mampu tengkurap sendiri akan lebih mudah meraih kemampuan motorik kasar yang lebih kompleks, yaitu berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan.

Bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk tengkurap sekitar 30 menit dalam sehari. Bagilah dalam beberapa kali kesempatan. Kalau pun bayi sudah merasa tak nyaman dengan posisi tengkurap, bantu ia mengubah posisinya menjadi telentang atau gendonglah.

Hanya, untuk bayi prematur, posisi tidur tengkurap tidak disarankan karena fungsi organ tubuhnya yang belum matang. Tentunya saja bayi kecil yang ditengkurapkan harus selalu dalam pengawasan.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.