Wednesday, September 30, 2009

WASPADAI LIMA MAKANAN PENINGKAT KOLESTROL !!!

Pola makan sehat adalah upaya tingkat pertama melawan kenaikan kolesterol. "Jika Anda mengonsumsi makanan dengan banyak sayur dan buah plus ikan, Anda sudah berada di jalur yang benar untuk menjaga kesehatan kolesterol," ujar Lisa Dorfman, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association.
Anda harus mengurangi makanan berikut ini :

Produk susu

Lemak jenuh adalah penyumbat pembuluh arteri dan peningkat kadar kolesterol jahat. Makanan seperti es krim dan keju adalah sumber lemak jenuh. Kurangi konsumsi kedua makanan enak ini agar jantung lebih sehat.


Daging olahan

Bacon, sosis, kornet, dan daging olahan lainnya merupakan sumber lemak jenuh penyumbat pembuluh darah Anda. Hindari makanan ini agar kadar kolesterol lebih stabil.

Gorengan

Gorengan lebih buruk dari lemak jenuh sebab mengandung lemak trans. Ini seperti mengarahkan senjata pada diri sendiri," kata Dorfman. Sumber utama lemak trans adalah partially hydrogenated oil, minyak yang digunakan pada sebagian besar restoran siap saji dalam menggoreng makanan. Lemak trans meningkatkan kolesterol secara gila-gilaan dengan meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.


Margarin


Ini juga sumber lemak jenuh peningkat kolesterol jahat. Sebagai gantinya, oleskan minyak zaitun pada roti tawar Anda di pagi hari. Tambahkan juga minyak zaitun pada salad sayuran.

Roti, cake dan cookies

Cake dan cookies merupakan sumber asam lemak trans yang buruk untuk kesehatan jantung. Roti dan cake buatan Anda sendiri juga mengandung lemak jenuh karena margarinnya. Usahakan jangan terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini untuk kesehatan jantung Anda.

DIBALIK CINCAU, HITAM YANG MENYEGARKAN.

Meski terlihat sepele, cincau hitam adalah makanan tradisional yang terbuat dari ekstrak daun cincau. Umumnya dijual di pasar tradisional sampai di pasar swalayan. Awalnya tanaman cincau berasal dari Asia, India, Birma, Indocina, Philipina dan Indonesia.


Kandungan Gizi dan Khasiat Cincau Hitam


Masyarakat Indonesia mempercayai cincau hitam baik untuk kesehatan. Bahan baku cincau hitam adalah ekstrak tanaman janggelan (mesona palutris) yang telah dikeringkan. Daun janggelan mengandung nilai gizi yang cukup baik per 100 gramnya, terutama ditinjau dari kandungan mineral dan vitaminnya.


Cincau hitam merupakan bahan makanan yang sangat minim kandungan gizinya. Kandungan terbesar adalah air, hampir mencapai 98 %. Cincau hitam mengandung sejumlah mineral dan karbohidrat dalam jumlah lumayan, vitamin A, B1, C, kandungan kalori rendah dan memiliki khasiat menurunkan panas badan, panas dalam, mencegah gangguan pencernaan, menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan berat badan.


Cincau hitam berkhasiat sebagai penurun panas badan, obat demam, obat sakit perut (perut mual), obat diare, obat batuk, pencegah gangguan pencernaan, dan penurun tekanan darah tinggi. Makanan penghilang dahaga nan menyegarkan ini bermanfaat untuk kesehatan karena ada kandungan serat larut air yang terdapat didalamnya.


Didalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, dll. Ekstrak cincau hitam memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dari vitamin E.

TIPS MENGURANGI KALIUM PADA SAYURAN DAN BUAH.

Bagi Anda yang terkena hemodialisa umumnya terjadi hiperkalemi (tingginya kadar kalium dalam darah). Hal ini karena menimbulkan rasa sesak, sehingga dalam pengaturan diet (makanan), kadang merasa takut untuk mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung kalium.


Kalium sangat banyak pada bahan makanan jenis sayuran dan buah - buahan, hal tersebut juga tidak baik, karena Anda akan kekurangan vitamin C dan serat yang berakibat sulit buang air besar.


Bagaimana cara agar Anda yang terkena hemodialisa dapat mengkonsumsi sayuran dan buah - buahan. Ada 3 cara supaya dapat mengkonsumsi sayur dan buah - buahan.

Ketiga cara tersebut sebagai berikut :

  1. Merendam (sayur dan buah - buahan) dengan air panas selama 15 menit. Cara ini dapat menghilangkan kadar kalium sebanyak 5 % dari kadar awal.
  2. Merebus (Sayur dan buah) selama 15 menit. Caranya adalah panaskan air, pada saat air sudah mendidih masukkan sayur dan buah - buahan ke dalam air mendidih tersebut selama 15 menit. Kalium akan berkurang sebanyak 10 %. Cara ini bisa dikenal dengan stup.
  3. Dibuat manisan (direbus dengan penambahan gula pasir). Caranya sama dengan nomor 2 hanya saja ditambahkan gula pasir. Cara ini dapat mengurangi kadar kalium sebanyak 15 %. Untuk yang terkena hemodialisa dengan komplikasi diabetes mellitus tidak disarankan dengan cara nomor 3.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.