Wednesday, September 30, 2009

BUAH MANGGIS BERKHASIAT UNTUK KESEHATAN DAN KECANTIKAN.

Buah manggis tumbuh liar di hutan dan pegunungan dengan ketinggian pohon bias mencapai lebih dari 15 meter namun mempunyai masa berbuah yang membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun. Indonesia salah satu sentra penghasil manggis yang diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Amerika dan Eropa.Ratu segala buah (queen of fruits), begitulah julukan orang-orang yang memahami khasiat buah manggis untuk kesehatan dan kecantikan. Rasanya yang manis, lezat dan lembut membuat buah manggis banyak disukai orang.


Yang paling utama dari buah manggis adalah kulitnya, sebab dalam kulitnya terdapat antioksidan yang merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit. Menurut Dr. Sam Walters, Master dalam bidang biologi Sain dengan spesialisasi nutrisi manusia, penelitian badan-badan pengobatan di dunia menunjukkan bahwa buah manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit.Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 rakyat Amerika Serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal dunia pada usia dini. Solusi terbaik dalah pencegahan. Mereka merawat banyak pengidap kanker dan mendetoksifikasi logam berat dengan buah manggis. Kulitnya yang mengandung Xanthone penyembuh kanker payudara, kanke paru-paru, kanker perut,leukemia, dll.
Mayoritas pasien yang dirawat merupakan penderita stadium 4 ke atas, mereka hanya mempunyai waktu 6-8 minggu untuk hidup. Ternyata manggis mampu mengembalikan hidup para pasien tersebut.Yang dibutuhkan tubuh adalah bahan biologis, bukan bahan kimia.


Zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan. Xanthone dapat menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Menurut Dr. Ir. Raffi Paramawati (balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian), radikal bebas masuk melalui makanan yang kita konsumsi dan merupakan penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker, dsbnya. Antioksidan yang bernama Xanthone ini kadarnya mencapai 123,97 mg per ml.


Konsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh kita yang rusak dan menjadi lebih baik sebab manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sisten antibody dalam tubuh kita. Seseorang yang masih muda kalau sedang menderita penyakit degeneratif kelihatannya seperti usia 60-an tahaun, tapi ketika sembuh setelah minum manggis wajahnya seperti umur 30-an tahun.


Menurut Dr. Berna Elya, Peneliti Departemen Farmasi Universitas Indonesia khasiat Xanthone bukan hanya antioksidan, tetapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat bebrapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dll. Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengartasi penyakit tuberculosis (TBC), asma, leukemia, antiinflamasi dan antidiare.Faedah lain manggis sebagai antijamur dan antibakteri penyebab jerawat.


Menurut Dr. Berna Elya, antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner dan mengatasi HIV, semua ini hanya sebagian kecil dari khasiat kulit manggis yang mengisi tong sampah.
Manggis tidak ada yang dibuang, daging buahnya, bijinya sampai kulitnya yang bias diekstrak menjadi antioksidan super. Manggis juga sangat baik untuk wanita, tetapi untuk wanita sedang hamil tidak boleh mengkonsumsiya. Untuk pencegahan, sebaiknya konsumsilah manggis setiap hari, buah berkhasiat untuk kesehatan manusia.

Sunday, September 27, 2009

BUNCIS - OBAT KENCING MANIS YANG BAGUS DAN MURAH.

Penyakit kencing manis atau diabetes mellitus banyak diidap orang Indonesia.Seorang penderita diabetes melitus memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan pola makan.Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olah raga, serta menjauhi stres.

Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk mengobati diabetes tersebut, namun sering harganya mahal, karena bahan-bahannya haruslah diimpor. Bagaimana mau menjauhi stress jika untuk membeli obat yang harganya selangit saja susah. Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh debu saat musim kemarau, "obat" ini bisa dengan mudah didapatkan. Di supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah. Lalu "obat" apa yang murah meriah itu ? Buncis! Ya, tepat.

Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus. Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah mempresentasikan penelitiannya berjudul "Mekanisme Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes dan Identifikasi Komponen Aktif" untuk memperoleh gelar doktor di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu.

Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan induksi diabetes. Artinya, "dengan sengaja" si tikus putih dibuat mengidap diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah "dengan sengaja" dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (di bawah kadar gula normal-red.). Timbul pertanyaan, apa sih "kesaktian" buncis sehingga hanya dalam waktu ½ jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasar analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan B-sitosterol dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin.

Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes mellitus bila pancreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pancreas untuk meningkatkan produksi insulinnya. Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 1,77%, serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32 %.

Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia. Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu.Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun.

Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan.Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging juga boleh. Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis,buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

TIGA BUTIR BUAH PERHARI JAUHKAN ANDA DARI DOKTER MATA.

Perbanyaklah mengkonsumsi buah-buahan karena hal itu bisa membuat mata anda terlindungi dari sejumlah penyakit. Saran itu disampaikan oleh Dr Eunyoung Cho dari dari `the Brigham and Women's Hospital` Boston (AS) setelah melakukan studi atas 118.000 orang yang berusia 12 hingga 18 tahun.


Selama studi itu tim peneliti mencatat berapa banyak konsumsi buah-buahan setiap harinya dan hasil studi dipublikasikan di the Archives of Ophthalmology. Maculopathy atau macular degeneration merupakan penyebab kebutaan pada para manula diatas usia 65 tahun. Kurangnya buah-buahan ditengarai bisa menjadi kekurangan sensitifitas pada sinar mata yang disebut dengan retina.


Riset sebelumnya menunjukkan bahwa vitamin yang mengandung antioxidant dan sejumlah mineral suplemen yang berisi vitamin C dan E, beta carotene dan senyawa seng mampu memperlambat proses terjadinya Maculopathy itu.


Kali ini riset yang dilakukan oleh the Brigham and Women Hospital memusatkan perhatian pada berapa besar jumlah buah-buahan, sayuran atau vitamin yang dikonsumsi untuk mengurangi resiko terjadi penyakit Maculopathy ini. Sukarelawan terdiri dari 77,562 wanita yang tergabung dalam the Nurses' Health Study dan 40,866 pria.


Semua sukarelawan itu setidaknya sudah berusia 50 tahun ketika studi dilakukan dan ketika awal studi dimulai tidak ada peserta yang terindikasi mengalami penyakit ini. Sukarelawan wanita akan terus dipantau selama 18 tahun sementara untuk prianya selama 12 tahun.
Kepada para wanita diminta untuk menjawab dan melengkapi sebuah kuesioner mengenai diet yang mereka lakukan pada periode 1980, 1984, 1986, 1990 dan 1994. Sementara untuk pria harus menjawab tiga kali periode masing-masing 1986, 1990, dan 1994. Kepada seluruh sukarelawan juga diminta untuk melaporkan jenis vitamin atau suplemen yang dikonsumsi setiap dua tahun sekali.
Setelah studi berjalan sekitar 329 wanita dan 135 pria terdiagnosa mengalami gejala awal penyakit ini dan 217 wanita dan 99 pria dipastikan mengalami neovascular, tipe lain dari kondisi penyakit mata.


Dengan mengkonsumsi tiga atau lebih buah-buahah setiap harinya ternyata secara signifikan mampu mengurangi resiko terkena penyakit neovascula. Sementara mengkonsumsi sayuran tidak menunjukkan hasil yang menguntungkan.


Pisang dan jeruk disebut-sebut sebagai buah-buahan yang memiliki keuntungan besar melindungi mata dari penyakit ini. Meski demikian tingkat antioxidant pada vitamin seperti warna buah-buahan atau sayuran merah, kuning atau orange tidak memiliki kaitan langsung dengan resiko penyakit ini.

About this blog

Blog ini adalah kumpulan informasi ringan yang berhubungan dengan kesehatan, sejarah dan berita-berita terkini.